KATA PENGANTAR BUKUNYA PAK SAHAT

 

MENJADI PENULIS KATA PENGANTAR BUKU


Alhamdulillah…, Allah memberikan saya kesempatan untuk menulis Kata Pengantar Buku keduanya Pak Sahat. Rasa bangga juga senang bercampur haru ketika menuliskannya. Semua tertuang dengan apik dalam tulisan ini, semoga bermanfaat.

 

KATA PENGANTAR

Bismillahirrohmannirrohim,

Assalammu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Alhamdulillahirobbil’alamin, ikut senang dengan kehadiran buku ini. Sebagai seorang penulis buku, dan memiliki cita-cita mencetak penulis hebat dunia, saya sangat bangga atas capaian prestasi ini. Saya mengenal Pak Sahat dari aktivitas saya menulis dan menjadi narasumber menulis tingkat nasional pada komunitas “Belajar Menulis bersama Om Jay”.

Dalam pembelajaran daring saya ke tujuh kalinya, pada kelas tersebut. Saya menyampaikan tantangan untuk membuat resume dari materi malam itu “Menulis Inspirasi”, pada hari Rabu, 29 Juni 2020, pukul 19.00 s.d 21.00 WIB. Tantangan tersebut saya minta ditulis dalam blog masing-masing lalu dibagikan ke facebook saya Lilis Sutikno (Mbak Pipin), juga mengirimkan ke email saya ibugurucantik@yahoo.co.id.

Diluar dugaan pesertanya sungguh luar biasa, semangat literasi dalam kelas tersebut membuat saya begitu terpesona. Dari sekian banyaknya peserta yang memenuhi kriteria “Menulis di blog, share di facebook saya, dan kirim ke alamat email saya”, terpilihlah Pak Sahat Serasi Naibaho, S.Si., Gr. Jujur saya tertarik dengan alur cerita dalam resume tersebut dengan mengawali tulisannya bercerita pengalaman beliau menuju tempat tugasnya.

Diperlukan “Dua Ribu Rupiah saja untuk menuju ke langit dari sekolah saya SMP Negeri 2 Dolok Sigompulon”. Kalimat yang unik dan kata yang asing pada diri saya, kata-kata tersebut menggelitik hati saya. Diantara kata itu adalah SMPN 2 Dolok Sigompulon, Kabupaten Padang Lawas Utara, Propinsi Sumatera Utara. Ingin saya pergi kesana untuk melihatnya, dan membayar dua ribu rupiah untuk bisa menuju ke langit.

Pada tantangan yang saya berikan ada beberapa teman yang saya tetapkan sebagai pemenangnya. Nama Sahat Serasi Naibaho, S,Si. Gr bukanlah tujuan utama saya memilihnya sebagai pemenang, dari tulisan beliau belum sempurna seperti harapan saya. Tetapi takdir Tuhan membawa saya berkenalan dengan anak muda yang hebat luar biasa ini.

Karena didesak oleh waktu, dan janji saya untuk memberikan hadiah kepada para pemenang. Saya harus segera memberikan pengumuman di kelas tersebut, tetapi sayang ketika saya hubungi via WhatsApp dan email, kepada para pemenang sesuai harapan, mereka tidak merespon dengan cepat, beberapa pertanyaan saya. Sementara saya harus segera memberikan pengumuman kepada peserta lain yang menunggu, hal ini saya tunggu hingga 3 X 24 jam.

Akhirnya ditetapkan 5 penulis yang tercepat merespon pertanyaan dari WhatsApp saya. Kelima pemenang tersebut, saya hubungi lagi untuk mengajak bergabung membentuk KELAS WAG MBI (Kelas WhatsApp Group Menulis Buku Inspirasi). Sesuai passion diri saya “Menulis semudah ceplok telur”. Saya hendak mewujudkan mimpi saya mencetak penulis besar dunia. Buku ini berkisah bagaimana seseorang bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi semua umat, dan memberikan motivasi untuk giat berkarya bagi sesamanya.

Allah memilihkan saya teman yang luar biasa dan diturunkan dari langit untuk saya bisa berkolaborasi memberikan ilmu menulis kepada para penulis pemula. Tanpa saya sadari ternyata Pak Sahat memang benar-benar di berkati oleh Tuhan, baru pertama menulis, mendapatkan hadiah, dan langsung menjadi Moderator, Narasumber, Editor buku dalam KELAS WAG MBI, juga kelak menjadi penulis hebat dunia.

Sebagai seorang instruktur Provinsi, juga Narasumber Literasi daerah perbatasan di Nusa Tenggara Timur, saya paham bahwa program Guru Garis Depan (GGD) dan Sekolah Garis Depan (SGD) merupakan perwujudan nawacita ke-3 berupa tenaga pendidik dan pembangunan sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Untuk membangun pendidikan dan kualitas manusia Indonesia dari pinggiran, dan Pak Sahat adalah salah satu guru yang bertugas di sekolah daerah tertinggal di Indonesia.

Bahwa guru garis depan itu adalah guru yang super dan hebat luar biasa.  Kecerdasan, daya juang, tanggung jawab, dan inovasi pembelajarannya hebat luar biasa, saya mengakui hal ini. Dalam tugas instruktur dan narasumber keliling daerah terpencil dan berjumpa para GGD di NTT, mereka memang hebat dan pantas mendapatkan fasilitas gaji melebihi gaji saya yang mengabdi lebih lama dari mereka.

Jika diukur dengan ilmu pengetahuan dan teknologi para GGD, jujur saya kalah jauh dan tertinggal dalam penguasaan IPTEK. Mereka telah disiapkan pemerintah dari skill dan bermental baja untuk mengabdi tanpa pamrih, berbagi dengan ikhlas, dan sabar dalam segala tempaan cuaca. Tetapi saya terus mengejar ketertinggalan IPTEK dengan terus belajar bersama mereka. Begitupun Pak Sahat terus belajar dari ketertinggalan dalam dunia literasi dan menulis buku. Buku ini diluar dugaan saya, Pak Sahat menampilkan buku dengan cover “Hidup Untuk Berkarya”, sungguh sangat membuat saya bangga dan terharu.

Pak Sahat telah melampaui saya sebagai gurunya yang mengajarkan, “Menulis Semudah Ceplok Telur”. Beliau telah melampaui semua prestasi saya. Buku ini adalah bukti kecerdasan yang luar biasa dari murid yang tak pernah diperhitungkan dari awal oleh gurunya.

Tak ada gading yang tak retak. Buku ini begitu sempurna di hati saya, namun tidak ada kesempurnaan yang hakiki kecuali kesempunaan dari Allah. Karya yang baik membutuhkan proses dan semoga dengan terus berproses Pak Sahat akan menghasilkan karya-karya yang lebih bagus lagi dan sempurna.

Semoga hadirnya buku ini dapat memberikan inspirasi kepada pembaca yang budiman, dan mulai tertular virus menulis dari penulis buku “Hidup Untuk Berkarya”, Catatan yang akan memotivasi untuk giat berkarya bagi sesama. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

 

Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H

Guru SMPN 2 Nekamese, Instruktur Kurikulum 2013, Narasumber Literasi daerah Perbatasan NTT, Editor buku, dan Penulis Buku Best Seller “GURU adalah INSPIRASI”.

Kupang Nusa Tenggara Timur

 


 

 

Komentar

  1. Terima kasih banyak bunda,,, sehat selalu.bunda

    BalasHapus
  2. mantap bunda sll menjadi inspirasi bagi kami pemula

    BalasHapus
  3. Keren. Alhamdulilah kata pengantarnya.kami bangga dipercaya menerbitkan buku ini. Kamila Press Lamongan buku ini

    BalasHapus
  4. Keren. Alhamdulilah kata pengantarnya.kami bangga dipercaya menerbitkan buku ini. Kamila Press Lamongan buku ini

    BalasHapus
  5. Mantap pak guru, terus semangat menginspirasi 🙏👍👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

SUAMI DAN KERIDHOANNYA (K.H. Maimun Zubair)

NGE-BLOG itu KEREN