INSPIRASIKU UNTUK ANAK NEGERI

 

INSPIRASIKU UNTUK ANAK NEGERI

Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H

 

Kisah ini telah dibukukan dengan ISBN : 978-602-457-551-9, oleh Penerbit Oase Pustaka
Pada bulan Agustus 2020, dengan cover sebagai berikut : 

 
Bukti Sertifikat sebagai penulis buku :

 

Setelah terlukai, pohon tak pernah menunggu permintaan maaf dari parang untuk terus tumbuh. Seperti pohon itulah aku ingin terus bertumbuh menjadi besar dan ridang. Kutuliskan kisahku ini dalam luka yang dirasakan pohon setelah dipangkas oleh parang. Tak perlu aku menunggu permintaan maaf dari orang yang telah berusaha memotong dahan dan rantingku untuk tumbuh dan berkembang menjadi besar. Cukup kutulis semua ini sebagai penanda ada kehidupan yang tidak adil dalam diriku.

Bagi anda yang pernah terluka, mungkin akan sulit melupakan orang yang telah membunuh kreatiftas kita sebagai guru yang super aktif. Selalu ada yang salah pada diri kita, jika kita bisa hadir di tengah masyarakat untuk bisa membagi ilmu, bukan berarti kita lupa akan tanggung jawab kita sebagai guru dikelas.

Tetapi ada beberapa kepala sekolah yang tak memiliki jiwa besar pada sukses gurunya yang luar biasa di luar sekolah. Apalagi jika gurunya memiliki nama dan memiliki karya yang dikenal banyak orang. Setidaknya tulisan ini adalah wakil dari para guru berprestasi yang sengaja di pangkas habis kariernya dengan fitnah yang kadang merugikan diri kita sebagai guru dan secara pribadi, juga keluarga di rumah.

Apabila anda mengalami hal yang sama seperti yang pernah saya alami, ini adalah kisah inspirastif yang luar biasa dan mampu membuat diri kita bangga pada pencapaian hasilnya. Tak perlu pengakuan sekitar kita. Tetapi yakin kepada Allah bahwa setiap pekerjaan kita adalah ibadah, dan mintalah kepada Allah untuk ikhlas terhadap apa yang telah kita kerjakan dalam kehidupan kita di dunia ini.

Lakukan apa yang membuatmu bahagia, dan jangan hiraukan sekelilingmu, sepanjang apa yang kau kerjakan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabmu. Tuhan pasti berikan keajaiban dalam hidup kita. Hal itu yang saya lakukan dalam hidup saya, jika ada seseorang yang berbuat dzolim kepada saya. Maka saya akan terus melaju dengan inspirasi saya untuk membangun peradapan negeri, tidak harus pada anak negeri yang tak menghargai hasil jerih payah kita.

Diluar sana, ada banyak anak negeri yang membutuhkan ilmu kita, yang membutuhkan inspirasi kita, yang membutuhkan dorongan semangat dari kita. Dan yang membutuhkan sedikit ilmu yang kita punya. Jadi, jangan pernah ragu untuk berbuat baik, meskipun kebaikan itu tak pernah dihargai. Yakinkan dalam diri sendiri, bahwa “Setiap kebaikan akan menuai kebaikan pula”.

Mengembangkan bakat dan minat siswa tidak harus ada pada sekolah kita, pada siswa kita. Apabila tenaga kita tidak dibutuhkan di sekolah dalam tugas tambahan sebagai guru yang mengajar dalam kelas, kita masih bisa berbuat banyak untuk membangun negeri dengan cara kita yang ajaib.

Saya katakan ajaib, karena hal ini saya alami sendiri dalam karier saya sebagai guru yang puluhan tahun mengabdi pada sekolah di desa, yang kehadiran saya tak diharapkan oleh mereka. Tetapi saya tetap menjalankan tugas pokok saya sebagai Aparatur Sipil Negara yang berprofesi sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Segala kecerdasan intelektual saya berikan kepada peserta didik saya dalam kelas saja, dalam menyampaikan mata pelajaran PPKn di kelas tujuh, delapan, sembilan, dan 24 jam pelajaran dalam satu minggu. Tetapi segala ide kreatif saya tak di respon positif, dengan alasan tak ada dana. Jika saya jalan sendiri dengan dana pribadi maka keberadaan barang-barang yang telah saya beli hilang raib bagaikan ditelan bumi.

 
 
Tulisan tangan "Taman Putri & Putri" Hasil Kreativitas Peserta Didik Kelas VII.A TP 2019/2020 Yang Hilang Ketika Upacara Hari Guru 25 November 2019 Berpusat Di SMP Negeri 2 Nekamese. Saya temukan di gudang bekas Perpustakaan lama setelah Kepala Sekolah tiada kami bongkar gudang ada barang-barang ini. Biarlah ini menjadi kenangan pahit bagi saya juga para peserta didik saya yang telah bersusah payah untuk mengadakan ini semuanya.

 

          
        Bayangkan saja!, papan taman yang saya danai dengan uang pribadi dan swadaya para peserta didik saya dalam membuat taman di depan kelas VII.A (Kami siapkan ketika Hari Guru pada tahun 2019 sekolah kami menjadi tuan rumah upacara se Kabupaten Kupang), dicabut tepat malam menjelang Bupati datang ke sekolah kami. Tepat 25 November 2019 saya tiba pagi sekali dalam kondisi badan masih lemah setelah beberapa minggu sebelumnya berbaring di rumah sakit TNI AL Osmok Kota Kupang.

Jujur saja, bukan hanya saya yang kecewa, tetapi peserta didik saya juga kecewa. Pekerjaan yang telah disiapkan sejak awal mereka masuk sekolah, dengan rajin menyiram dan memupuk tanaman depan kelas mereka, memasang pagar. Ketika akan ada pejabat Bupati berkunjung bertepatan dengan upacara Hari Guru Tahun 2019 tiba-tiba raib entah kemana, darah saya pagi-pagi yang masih berkabut di desa Besmarak tiba-tiba mendidih dan panas memuntahkan amarah dan sumpah serapah kuhadapakan kepada Allah di bawah langit bumi Nekamaese aku bersumpah kepada Allah Tuhan saya.

Kutunjuk Allah di bumi tempatku berpijak, dan di bawah Ars-NYA yang Agung langit ketujuh. Sambil aku berteriak kuat-kuat memuntahkan rasa amarahku serta menuntut keadilan kepada Allah Rabb-Ku!!!. "Ya Allah!!!... Allahu Akbar!!!, tunjukkan kebesaran-Mu seperti aku memujimu setiap waktu. Lenyapkanlah orang-orang yang telah melenyapkan hasil jerih payah saya dan para peserta didik saya membangun sekolah ini dengan darah dan keringat kami Ya Rabb!!!. Allahu Akbar!!!, Ya Allah!!!... Allahu Akbar!!!... Allahu Akbar!!!... Ya Allah Ya Sami'!!!. Allah yang Maha Mendengar, dengarkanlah seruanku Ya Rabb!!!. Sudah cukup saya di dzolimi di sekolah yang saya jaga nama baiknya dengan segala pengorbanan saya sebagai anak manusia dan hamba-MU ya Rabb!!!.

"Tunjukkan kebesaran-MU ya Rabb, Allahu Akbar, Allah Maha Besar, Ya Rasulullah, sampaikan rasa kecewa dan sakit hati saya ya Rasulullah, tunjukkan keadilan-MU ya Allah!!!. Lenyapkanlah orang yang telah berbuat dzolim kepada hamba disini. Siapapun itu ya Allah!!!, lenyapkan ia dari bumi-MU ini Ya Rabb!!!". 

Lalu aku masuk ruang guru menangis, menangis sesenggukkan, betapa saya sangat kecewa melihat taman di depan kelasku yang sudah saya tandai, saya berikan nama identitas pemilik taman itu. Hari itu, hari guru nasional aku bersedih yang amat sangat, saya di dzolimi dalam keadaan tubuh saya yang lemah usai sakit saya paksa bekerja untuk nama baik sekolah saya.

Sejak itu aku tak mau lagi berbuat apapun untuk sekolahku, yang terpenting aku mengajar peserta didikku, berangakat pagi-pagi, masuk kelas, memberikan tugas, menasehati peserta didikku, dan yang lainnya bukan urusanku, bukan tanggung jawabku. Cukup sudah rasa kecewa dan rasa sakit hatiku di perlakukan tidak adil dalam sekolahku yang aku junjung tinggi nama baiknya hingga tingkat nasional juara kedua dalam lomba guru.

Semuanya aku pasrahkan kepada Allah Rabb-ku, Tuhan yang maha adil, hakim yang maha agung, dan Allah telah menunjukkan keadilannya kepadaku dengan caranya yang ajaib. Satu persatu barang-barang yang lenyap dan raib dari tempatnya Allah tunjukkan kepadaku dengan caranya yang ajaib. Setelah beberapa bulan kepala sekolahku meninggal dunia karena sakit. Barang-barang itu ada tersimpan rapi di perpustakaan lama yang telah beralih fungsinya menjadi gudang sekolah kami. Allahu Akbar !!!.

Seperti itulah kisah guru inspirasi dari Nusa Tenggara Timur ini berjuang mencerdaskan anak negeri dengan tenaga dan kekuatan yang ia sandarkan kepada Allah Sang Penguasa bumi dan langit beserta isinya. Dengan keyakinan penuh, Allah pasti melindunginya dimanapun ibu guru cantik itu berada. Ketika kita berbuat baik, maka Allah akan hadirkan malaikat tak bersayap dengan penuh kebaikan kepada kita.

Inspirasiku terus berkembang melaju menembus mimpiku menjadi penulis besar dunia, dan melahirkan penulis hebat dunia. Sebab ruang lingkup tempat bekerjaku tak memberikan ruang yang baik untuk mimpiku. Sementara teman dan sahabatku yang telah memiliki dunianya bisa dengan mudah mewujukan mimpinya untuk menginspirsi warganya.

Dunia tak selebar daun kelor, berprinsip pada peribahasa tersebut, saya mulai mengembara di hutan dunia maya, berselancar keseluruh pelosok negeri untuk memberi inspirasi menulis buku bagi anak negeri. Melalui Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Wilayah NTT saya berusaha mengembangkan ide dan gagasan saya menulis.

Segala aktivitas dalam komunitas guru menulis tersebut saya bagikan ke akun facebook pribadi yang sangat menginspirasi banyak orang. Dengan rasa percaya diri, saya bersosialisasi melalui jejaring sosial, dan dari facebook, saya dapat menginspirasi banyak anak negeri. Kebahagiaan yang luar biasa dapat saya raih dalam hidup, ketika saya berhasil memberikan ilmu kepada seluruh anak negeri dengan riang gembira dan menghasilkan karya yang luar biasa.

Jadikan hidup kita dapat memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada umat. Jangan pernah menyerah apapun yang terjadi. Dari satu kegiatan ke kegiatan yang lainnya, terus saya abadikan, dan sayapun terus mengasah keterampilan saya menulis. Hingga pada saatnya terbit buku saya dengan cover “GURU adalah INSPIRASI”. Dalam waktu tak sampai tiga bulan, buku itu habis terjual seribu buku.

                                                           Buku perdana saya cetakan kedua
 

Buku tersebut kini telah menjadi buku Best Seller Nusantara, sudah keliling Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke buku tersebut telah di baca ribuan orang. Dari pengalaman menulis buku, saya memberikan inspirsai menulis buku kepada guru-guru se NTT. Alhamdulillah, buku itu kini telah terbit.

Inspirasiku terus berjalan pelan tapi pasti, satu demi satu saya berhasil menghadirkan penulis buku dari daerah di sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur. Dari karya sederhana antologi puisi bagi guru dan siswa, bahkan ada penulis buku tunggal yang baru berusia 15 tahun kelas 9 di SMP Katholik Tunas Harapan Santo Petrus Lahurus, di kota Atambua, Kabupaten Belu, perbatasan dengan Negara Timor Leste.

Air mata haru meleleh tak terbendung, ketika buku itu hadir di rumah saya dengan kemasan yang berwarna gold sangat cantik. Bagaikan kilau emas, buku itu memancarkan sinarnya keseluruh pelosok negeri. Buku itu berisi untaian kata yang sarat makna, irama, rima, matra dan bait. Buku milik Maria Stefania Tanggela adalah buku antologi puisi.

Puisi merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair. Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair. Dengan bahasa yang indah dimana di dalamnya mengandung makna, irama, rima, matra dan bait. Anak Stefania berusaha mengungkapkan perasaannya lewat buku perdananya.

Dengan kata pengantar catatan penulis anak desa yang luar biasa hebatnya. Katanya dalam buku Mimpi & Cita-citaku ia menyampaikan kata yang penuh iman dan taqwa dalam hatinya : “Kata orang tidak ada yang mustahil dan saya percaya bahwa kemustahilan itu tidak ada”. Dari kalimat ini menunjukkan bahwa Maria Stefania Tanggela adalah anak yang memiliki karakter religius sangat kuat.

Keyakinan diri dan rasa syukurnya kepada Tuhan, dituangkan dalam kalimat sederhana pada buku perdananya halaman 9 dengan kalimat : “Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena atas berkat-Nya buku kumpulan puisi ini dapat diselesaikan. Secarik kertas dan selarik puisi adalah ungkapan sebuah isi hati yang tertuangkan dan menjadi sebuah cerita. Saya mengenal puisi saat saya masih di Sekolah Dasar, namun saya mulai menulis ketika di kelas 7 SMP. Awalnya saya tidak suka menulis, melainkan hanya membaca dan membaca. Namun ketika saya menemukan sebuah puisi “Putri Cendana” yang ditulis oleh kakakku, membuat saya tertarik untuk mulai menulis dan mencurahkan semua isi hati dan situasi saya.”

Bayangkan saja, seorang anak desa yang dilahirkan di kampung Umafatin, Desa Fatulotu, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu pada tanggal 02 September 2004 ini adalah anak bungsu dari pasangan Bapak Yulius Taanggela orang desa yang berprofesi sebagai tukang, dan Mama Amelia Belak ibu rumah tangga, yang hidupnya sangat sederhana di perbatasan Indonesia Timor Leste, bisa menuliskan sebuah buku yang ber-ISBN : 978-623-7985-97-6. Saya yang menceritakan semua ini, jujur merasa malu pada kegigihannya menulis buku.

Anda sebagai pembaca kisah ini saja, ketika seusia Maria Stefania Tanggela masih berlari-lari dan waktunya habis untuk bermain. Tidak pernah berpikir untuk merangkai kata demi kata, menjadi kalimat yang indah untuk kita abadikan sebagai cerita dimasa yang akan datang. Agar semua orang tahu sejarah dan kisah hidup kita dimasa lalu.

Sebagai seorang guru dan penulis, membuat kisah cerita tentang anak-anak kita di sekolah sangat bisa, bahkan sangat mudah, jika ada dukungan dari sekolah. Apabila tidak di dukungpun saya siap, hanya kasihan peserta didik di sekolah jika prestasinya tak dihargai oleh tuan rumahnya sendiri. Maka sebagai guru inspirasi di Nusa Tenggara Timur. Saya harus berprinsip pada kalimat ini “Tiada rotan akarpun jadi”

Jika peserta didik di sekolah tak dapat saya sentuh dengan bahasa kalbu yang penuh cinta. Maka saya akan bernyanyi dengan syahdu penuh cinta dengan irama yang berbeda. Yang terpenting maksud dan tujuannya sama. Menulis buku !!!, ya setiap anak memiliki talenta yang berbeda-beda. Maka sentuhlah ia dengan bahasa kalbu penuh cinta dengan irama kita nan syahdu menggelora dalam dada.

Karya guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Atambua

Ibu Bergita Kapa Bahan Dupak Naik Pangkat ke IV/b

 


 Karya Maria Stefania Tanggela, Usia 15 tahun. 

 Salah satu peserta didik SMP Katholik Tunas Harapan Santo Petrus Lahurus Kabupaten Belu NTT

 

                      Karya bersama peserta didik SMP Katholik Tunas Harapan Santo Petrus Lahurus Kabupaten Belu NTT

 

 

Laju langkah inspirasiku telah sampai keperbatasan negeri, di batas Negara aku torehkan sejarah indah untuk bangsaku. Bangsa yang kaya raya, bangsa yang indah dengan hamparan bukit, gunung, dan luasnya samudera memberiku kekuatan dalam jiwaku untuk tetap memberikan kebaikan kepada semua umat.

Dalam segala kesulitan dan hambatan yang saya hadapi dalam karier ASN saya sebagai guru yang mengabdi di desa Besmarak, kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Saya sandarkan segala harapan dan mimpi saya hanya kepada Allah semata. Dalam Al Qur’an tertulis, “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”, QS. Al Insyirah 5.

Dengan semangat baja saya terus menginspirsai dunia untuk mewujudkan dunia ini nyata adanya bagi seseorang yang beranggapan tak mudah untuk menulis sebuah buku. Tetapi bagiku “Menulis itu semudah membuat ceplok telor”. Prinsip hidup pada kemudahan atas pertolongan Allah, membuatku kuat dan tegar dalam segala suasana.

Jangan terlalu bersedih karena pertolongan akan selalu datang bersama dengan kesabaran. Dengan penuh sabar saya ikhlaskan orang-orang yang telah memotong rantingku hingga patah berkeping-keping. Jangan pernah menyerah ketika doa doamu belum terjawab karena untuk orang-orang yang bersabar, Allah SWT bahkan akan memberikan yang lebih.

Kesabaran dalam ujian Allah menghasilkan banyak karya diluar sekolahku dengan gemilang. Bagiku kunci kedamaian hidup sebenarnya sederhana ialah dengan menjalaninya, menikmatinya dan mensyukuri setiap perihal yang ada. Termasuk rasa sakit di dadaku, hanya Allah sumber kekuatan dalam hidupku, hanya Allah sebaik-baik penolong dalam hidup. Dan hanya Allah sandaran hidupku.

Berbekal pada rasa percaya diri yang kuat, berkat rasa yakin atas harapan kepada Allah yang begitu dalam, semua akan indah pada waktunya. Tepat di tahun 2015, Allah meng-anugerahkan saya sebagai juara kedua lomba guru se Indonesia. Bersama Telkom dan Intel Prosessor di Kota Bandung dan Jakarta dalam ajang lomba “My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning”. Anugerah yang sungguh sangat luar biasa indahnya dalam hidup saya.

Jangan pernah menyerah apapun yang terjadi dalam hidup kita, jangan pernah kalah pada perjuangan hidup kita. Sebab sejak awal terjadinya manusia, kita diciptakan Tuhan sudah sebagai pemenangnya. Maka, terus perjuangkan hidup kita dengan semangat baja yang luar biasa. Tuhan pasti buka jalan pada setiap pergumulan hidup dan perjuangan kita di bumi ini.

Kepada anak – anakku di perbatasan negeri, Bunda bangga pada pencapaian hasil ini. Bangga pada karya sederhana ini, buku Antologi puisi “Beringin Tua” serta “Mimpi & Cita-citaku”. Teruslah berkarya untuk kemajuan Indonesia tercinta. Engkau pasti bisa!.  

 

Profil Penulis

 


Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, SH sewaktu kecil biasa disapa Mbak Pipin anak pertama dari pasangan almarhum Bapak Kaimin Herly Sutikno, BA (Ketua Yayasan Pendidikan dan Kepala Sekolah Dasar “YP. Kesuma” Surabaya), dan Ibu bernama Sukijah (Kepala Taman Kanak Kanak “YP. Kesuma” Surabaya). Memiliki hobi membaca, menulis, traveling, dan berenang. Lahir di Surbaya, 11 Maret 1969. Pendidikan terakhir IKIP PGRI Surabaya dan Universitas Wijaya Putra Surabaya. Berprofesi sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 2 Nekamese, Desa Besmarak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Instuktur Provinsi NTT Mata Pelajaran PPKn Jenjang SMP Kurikulum 2013, Narasumber Literasi daerah perbatasan, Narasumber Literasi tingkat Nasional bersama PGRI Pusat (Dalam kelas belajar menulis Blog bersama Om Jay, Blogger Ternama Indonesia). Peraih Juara Kategori kedua tingkat Nasional Lomba guru bersama Telkom dan Intel Prosessor “My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning Tahun 2015”. Penggiat literasi Nusantara, dan Motivator menulis buku.

Mulai serius menekuni dunia menulis sejak bergabung dengan Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Wilayah Nusa Tenggara Timur, sejak berdirinya di NTT pada tanggal 14 Desember 2014 sebagai pendiri dan menjadi pengurus inti.

Penulis artikel pada majalah :

Ø  FORWAS (Majalah Forum Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional), Forum Pengawasan Nomor 26/XII/2007, dengan judul “Peran Guru Sebagai Organisator & Administrator.” Pada halaman : 24, 25, dan 26.

Penulis Karya Tulis Ilmiah pada Prosiding :

  1. Karya tulis yang berbentuk makalah ilmiah yang di seminarkan tingkat nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 9 Oktober 2010, dimuat & diterbitkan pada PROSIDING, dengan ISBN : 978-602-97895-0-8, dengan Judul :

“Pendukung dan kendala dalam menyelenggarakan Lesson Study di Kabupaten Flores Timur.” di muat pada Makalah Umum.

  1. Karya tulis berbentuk makalah ilmiah populer yang di seminarkan tingkat nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 12 November 2011, karya tulis ilmiah diterbitkan pada PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY IV, dengan ISBN : 978-602-97895-5-3, dengan judul : “Peran Lesson Study dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Nekamese, Kabupaten Kupang.” di muat pada Makalah Umum.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah pada Jurnal Ilmiah PEN@ GURU Agupena NTT :

  1. Nomor 08 Tahun V, edisi khusus Hari Guru Tahun 2019, dengan judul Best Practise :

“Membangun Budaya Menulis Guru Sasaran PPKn Melalui Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi di Kabupaten Kupang”

  1. Nomor  12 Tahun VI, edisi khusus Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020, dengan judul Best Practise :

“Facebook sebagai kelas bagi peserta didik Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang”

  1. Nomor 14 Tahun VI, edisi khusus Hari Kemerdekaan RI Tahun 2020, dengan judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) :

“Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Peraturan Perundang-undangan untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Kelas VIIIC SMP Negeri 2 Nekamese”.

Penulis buku tunggal :

  1. GURU adalah INSPIRASI serial “Pelita Kampung Beta Jejak Juang Guru Desa di NTT” dan menjadi buku Best Seller Nusantara.
  2. Melejitkan Berpikir Tingkat Tinggi PPKn Melalui Discovery Learning.
  3. GURU adalah INSPIRASI serial “Menulis Blog itu Keren”

Penulis buku Antologi :

  1. Kisah Guru Daerah Khusus, Solo Jawa Tengah (September 2020)
  2. Minat Siswa “Ukir Prestasi Tebar Inspirasi”, Solo Jawa Tengah (September 2020)
  3. Pahlawan Hidupku, Penerbit Oase, Solo, Jawa Tengah (November 2020)

Editor Buku :

  1.  Antologi Puisi “Cinta Tergerai” Karya Bergita Kapa
  2.  Antologi Puisi “Mimpi dan Cita-citaku” Karya Maria Stefania Tanggela
  3.  Antologi Puisi “Beringin Tua” Karya bersama peserta didik SMP Katholik Tunas   

 Harapan Santo Petrus Lahurus Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Blog : www.guruinspirasintt.com , Facebook : Lilis Sutikno (Mbak Pipin) ,

Alamat email : ibugurucantik@yahoo.com , lilissutikno69@gmail.com

Dapat dihubungi pada nomor HP/WA  : 082 226 376 157

 

 

Komentar

  1. Izin bertanya buk, kalau buku yang saya tulis sekrng saat golongan 3b, apa bisa saya simpan untuk pengajuan ke Vb.terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pak Guru Milenial yang baik hati, Buku itu terbitnya harus sesuai pada tenggang waktu Pak Guru mau naik pangkat. Contoh, buku saya GURU adalah INSPIRASI di tulis pada periode pangkat saya IV/b. Sementara tahun ini 2021 Oktober nanti Bunda usulkan untuk naik pangkat ke IV/c. Maka Buku tersebut tak bisa dihitung angka kreditnya untuk kenaikan pangkat ke IV/d. Begitu pak, terima kasih sudah singgah di blog saya...

      Hapus
  2. Satu.kalimat saja. Sungguh perjuangan yang berbuah manis

    BalasHapus
  3. Hidup memang kmpleks sekali, salluuut skli perjuangan ibu yg penuh tantangan di buku solo 'guru inspirasi' hingga menginspirasi banyak orang, enak dibacanya, asyik kata-katanya, menarik ceritanya....ada yg bikin baper hingga terkagum dengan karya hebatnya...trimakasih ibunda guru cantik semoga selalu menginspirasiku

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

NGE-BLOG itu KEREN