PAHLAWAN HIDUPKU

 

ENGKAU PAHLAWANKU

 

Kisah dalam tulisan ini sudah menjadi buku dengan ISBN : 978-602-457-647-9

Dicetakan pada bulan Desember 2020

 

Bukti Sertifikat sebagai penulis buku 


            Kisah ini saya tuliskan dengan diiringi lantunan Alquran surat Al Jin dari suara Syeikh Abdurrahman Al Ausy dari chanel YouTube Asep Dove. Surat ke tujuh puluh dua yang terdiri dari 28 ayat tersebut, akhir-akhir ini saya baca setiap hari setelah saya mendengarkan tauziah almarhum Ustadz Arifin Ilham. Sebanyak 7 surat Alquran yang selalu dibaca oleh almarhum semasa hidupnya.

Ketujuh surat yang dibacakan almarhum adalah surat Yasin, surat Ar-Rahman, surat Al-Waqi'ah, surat Al-Mulk, surat Al-Muzzammil, surat Al-Jin, dan surat Al-Fajr. Surat-surat tersebut biasa dibaca Ustadz Arifin semasa hidupnya. Kata beliau dalam chanel YouTubenya mengatakan bahwa seseorang yang sering membaca Alquran hatinya akan dilembutkan Allah.

Selain diberikan kelembutan hati oleh Allah, orang-orang yang rajin membaca Alquran khususnya setelah sholat fardu akan mendapat Pahala Berlipat, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR. Bukhari).

Pahala bagi orang yang rajin membaca Alquran lainnya yaitu Derajatnya Diangkat. Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu membaca Alquran dan mempelajari isi kandungannya serta mengamalkannya setiap hari. Mendapatkan ketenangan hati, sebagaimana dituangkan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82 bahwa Alquran diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga keutamaan membaca Alquran di rumah ataupun di masjid akan mendapatkan ketenangan jiwa.

Rajin membaca Alquran juga mendapat pertolongan Allah SWT di hari Kiamat. Keutamaan membaca Alquran dengan tartil akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari  Kiamat. Terbebas dari Aduan Rasulullah SAW pada Hari Kiamat, memperbanyak membaca Alquran akan mengantarkan kemudahan ketika kita menghadap Allah SWT.

Pengemar Alquran dan membacanya setiap hari akan dihadiri Malaikat. Rumah yang dibuat untuk membaca Alquran akan dihadiri malaikat. Penghuni rumah akan merasakan bahwa rumahanya menjadi luas. Serta ditempatkan Bersama Malaikat, Dikutip dalam islam.nu.or.id, orang yang mahir membaca Alquran nantinya akan ditempatkan bersama malaikat-malaikat pencatat yang patuh kepada Allah yang selalu berbuat kebaikan. Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4729978/7-keutamaan-membaca-alquran-setiap-hari

Dalam keheningan pagi, saya tuliskan kisah ini karena memenuhi tantangan menulis dari sahabat literasi saya Pak Brian dengan tema Pahlawanku. Berhari-hari saya masih bingung siapakah yang berhak menjadi pahlawan dalam hidupku saat ini. Bapakku?... Ibuku?... Ah mereka jelas-jelas adalah pahlawan super pahlawan dalam hidup saya.

Keberadaan beliau berdua Bapak K.H. Sutikno, BA dan Ibu Sukijah dalam hatiku melebihi pahlawan itu sendiri bagiku. Tanpa Bapak dan Ibu saya tak akan pernah hadir di dunia ini. Rasa sayang dan hormat saya kepada beliau tak pernah lekang oleh panas dan tak akan lapuk oleh hujan. Bagiku beliau berdua adalah segala-galanya dalam hidup saya.

Ada sosok yang selama ini bersembunyi dalam hati saya, yang selalu mengetarkan jiwa saya bila kukenang masa remajaku dulu. Beliau adalah Ibu Sukmawati Suparman, saya mengenal pertama kali beliau dengan nama Sukmawati Suparman. Nama asli beliau Sukmawati, dan saya memanggilnya ibuk yang artinya Mama atau ibu.

Masih teringat dengan jelas dihatiku, bagaimana Ibuk selalu mengantar jemputku ketika aku hendak berhenti kuliah dari IKIP dahulu. Bila saya ceritakan kejadian itu sungguh betapa berat perjuangan beliau kala itu. Pagi hari pergi mengajar dengan dua anak yang masih kecil-kecil, siang pergi memberi les privat ke beberapa rumah sampai pukul 15.00 WIB.

Selesai memberikan les privat kepada muridnya di beberapa rumah, ibu pulang kerumah membereskan rumah dan bersiap kuliah pada jurusan PMP-Kn (Pendidikan Moral Pancasila dan Kewarganegaan). Kami kuliah sama-sama pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB. Betapa perjuangan Ibuk yang tak pernah kenal lelah.

Mengapa saya kuliah di waktu malam hari?, sebab saya pagi mengajar. Sejak SMA saya sudah menjadi guru, bapak yang memaksa saya untuk menjadi guru. Karena bapak memiliki Yayasan Pendidikan Kesuma di Surabaya. Harapan Bapak memaksa saya untuk menjadi guru karena saya terlahir sebagai anak pertama dan meneruskan usaha bapak dan ibu menjadi guru, kelak mengelola yayasan pendidikan yang telah dirintisnya.

Tetapi harapan tinggal harapan, saya tidak bisa memenuhi harapan kedua orang tua untuk menjadi guru di kota Surabaya dan meneruskan usaha beliau untuk mengelola yayasan pendidikan yang beliau rintis sejak awal menikah dan hijrah ke kota Surabaya. Bapak dan Ibuku asli dari desa di kecamatan Kesamben Blitar. Kota tempat Ir. Soekarno presiden Republik Indonesia dimakamkan.

Setelah menikah dengan pemuda asal Flores Timur Pulau Solor Timur, desa Lamakera saya diboyong oleh suami dan menetap di ibukota Nusa Tenggara Timur, tepatnya di kota Kupang. Kota dengan sejuta perbedaan dari sabang sampai merauke, dimana penduduknya terdiri dari bermacam suku dan hidup berdampingan dengan aman serta damai. Di sanalah saya tinggal bersama keluarga kecil saya setelah kami menikah di Surabaya pada tanggal 15 oktober 1993. Flobamora lagu yang terkenal dari ibu kota Nusa Tenggara Timur, siapapun yang mendengarkan lagu ini pasti meneteskan air mata jika mereka telah pernah ada di kota ini.

Peran Ibuk (Bu Sukmawati), dalam hidup saya ketika masa akhir kuliah sungguh menjadi daya lecut bagi saya untuk terus belajar, meskipun harus tertatih-tatih belajar dengan memendam rasa kecewa akibat patah hati ditinggal kekasih. Mengalami patah hati memang sesuatu yang sangat menyakitkan sekali dalam hidup saya. Ketika saya patah hati, tiba-tiba segala daya dan upaya untuk belajar hilang seketika, dan malas untuk melanjutkan hidup.

Bagiku ketika itu, untuk apa melanjutkan hidup saya, untuk apa saya kuliah lagi?... semua tak ada manfaatnya bagi saya. Karena kekasih pujaan hati telah pergi menikah dengan yang lain. Huuuuuu.... mengingat kembali kenangan itu dalam hidup saya saat ini, betapa konyolnya pola pikir saya waktu itu. Benar-benar dunia saya hanya tentang kekasih saya saja. Ha ha ha . . .

Lucu jika saya kenang kejadian itu, sore itu ibuk datang kerumah, saya masih malas-malasan di tempat tidur. Ibuk langsung masuk ke kamar saya, sebelumnya jumpa bapak dan ibu di ruang tamu. Beliau langsung saja masuk ke kamar saya, Liiiis... ayo bangun kuliah sama ibuk. Saya tetap tidak bergairah, saya tetap malas-malasan di tempat tidur. Saya benar-benar tidur, pura-pura tak dengar Ibuk masuk kamar saya.

Ibuk dengan hati yang tulus ikhlas, terus membangunkan saya sambil berbicara. Buat apa kamu sedih Liiis, kamu itu cantik lho nduuk. Biarkan yang pergi hilang jauh tak perlu dikenang lagi. “Patah tumbuh hilang berganti nduuk cah ayu, hilang satu tumbuh seribu”, Ayo bangun dan mandi, ibuk bonceng nanti sebelum masuk kelas, kita tumbas bakso dulu ya?... begitu ucap Ibuk begitu lembut kepada saya. (Tumbas = Membeli. Red).

Saya bangun bukan karena mau kuliah, tapi karena ibuk mau belikan saya bakso sebelum masuk kelas, ha ha ha . . . hingga hari ini saya jika ingin makan bakso tak bisa membeli, saya membayangkan bakso panas-panas air mata saya bisa meleleh jatuh di pipi. Sebegitunya saya senang pada makanan berbahan dasar daging yang bulat ini. Karena kesibukan saya sulit untuk bisa membeli bakso yang saya suka di kota Kupang NTT.

Hari itu aku ke kampus di bonceng ibuk, rumah ibuk di Rungkut ujung timur kota Surabaya, kampus kami di Ngagel Dadi belakang makam pahlawan Ngagel Dadi, dan rumah saya di Kembang Kuning bagian barat Surabaya. Jika hal ini saya tuliskan dan mengenang perjuangan ibuk membuatku pergi ke sekolah lagi, dan aktif kuliah lagi. Semua ini belum seberapa atas jasa beliau yang saya tak bisa membalasnya sampai kapanpun juga.

Pada bagian ini saya menuliskan kisah saya bersama Ibuk yang bukan apa-apa saya, Ibuk hanya teman kuliah yang sama-sama belajar sebagai mahasiswi pada perguruan tinggi swasta di kota metropolitan pada jurusan yang sama. Begitu besar perhatiannya kepada saya, agar saya kuliah lagi, ke kampus lagi. Menuntut ilmu lagi sampai saya selesai. Sungguh perjuangan yang tidak mudah ketika itu bagi Ibuk.

Membayangkannya saat ini sungguh pengorbanan yang luar biasa dari Ibuk pada waktu itu. Meleleh air mata saya menetes hingga pada kayboar laptop hadiah juara kedua lomba tingkat nasional My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning pada tahun 2015. Hingga kini kenangan dan pengorbanan Ibuk untuk saya lulus kuliah sungguh luar biasa. Pada saatnya saya lulus lebih dahulu dari Ibuk dan teman-teman yang lainnya.

Gelar Dra, saya dapat ketika saya wisuda IKIP PGRI pada tahun terakhir istilah itu saya dapatkan. Sebab pada wisuda berikutnya, teman-teman saya bukan lagi menggunakan gelar Dra, melainkan S.Pd (Sarjana Pendidikan), bahkan mereka dengan bercanda menyebut dirinya sarjana sepeda. Ha ha ha . . . Saya angkatan pertama yang lulus dan wisuda pada angkatan 1987 (tahun masuk awal saya kuliah).

Lika-liku perjalanan saya kuliah hingga mengenakan toga sungguh tragis akibat patah hati. Hampir saya putus di tengah jalan dan tidak melanjutkan kuliah lagi. Karena dorongan Ibuk yang sungguh-sungguh dengan penuh kesabaran, serta tauladan yang baik dalam hidupnya, membuat saya bangkit dan tumbuh menjadi Lilis yang tegar, kuat, penuh semangat, dan percaya diri!. Ibuk memberikan saya tauladan yang bersumber dari Alquran, dan selalu menanamkan saya cinta Alquran, hingga kini Ibuk mendalami tafsir Alquran. Nilai-nilai dalam Alquran Ibuk tanamkan pada jiwa saya, hingga tumbuh rasa percaya diri saya hingga kini.

Dari Ibuk tumbuh rasa cinta saya kepada Allah semakin subur, cinta Alquran, dan tumbuh menjadi pribadi yang dermawan. Sikap yang terus Ibuk tunjukkan kepada saya hingga kini, Ibuk bukan orang kaya, dari dulu hingga kini Ibuk tetap sederhana. Tetapi beliau sungguh luar biasa perannya dalam menumbuhkan rasa cinta saya kepada sesama. Rasa ikhlas menolong kepada sesama Ibuk berikan tauladan kepada kami putra putri beliau, saya, dik Desi anak Ibuk yang pertama, dan dik Wawan anak Ibuk yang kedua.

Dalam hening di sepertiga malam ini, kutuliskan kisahku tentang Ibuk. Aku tiba-tiba ingat Bapak Suparman, suami Ibuk. Beliau Satpol PP di kota Surabaya, almarhum Bapak pandai memasak. Jika saya ke rumah Ibuk, tak jarang Bapak yang memasak untuk kami semua, Ibuk, saya, dik Desi dan dik Wawan. Selesai makan semua, saya yang mencuci piring dan kami menonton TV di ruang keluarga dengan bantal yang besar-besar di depan TV.

Sambil menonton TV Ibuk bercerita, masih saya ingat cerita Ibuk di depan TV yaitu jika adzan maghrib berkumandang Ibuk matikan TV, lalu menyuruh kami semua sholat. Usai sholat, Ibuk mulai bercerita tentang makna sholat, tentang hukuman bagi orang yang meninggalkan sholat 5 waktu dan pahala bagi orang yang melaksanakan sholat tepat waktu. Ibuk, jika kuingat mirip Kyai yang lagi memberi ceramah kepada kami. He he he . . .

  Aku dan Ibu Sukmawati

Rupanya sikap Ibuk terhadap saya dan anak-anak saya juga cucu saya sama. Ibuk tetap Ibuk yang tak pernah berubah dari aku belum menikah hingga kini aku punya anak lima dan cucu juga. Mengenang Ibuk Sukmawati dan Bapak Suparman adalah mengenang nostalgia yang tak pernah selesai sampai kapanpun juga. Terima kasih Ibuk ajaranmu menjadikan aku tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tegar, dan ikhlas dalam segala hal. Alfatehah untuk almarhum Bapak K.H. Sutikno dan Bapak Suparman. I love you Ibuk...

 

 

 

PROFIL PENULIS


       Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H
sewaktu kecil biasa disapa Mbak Pipin anak pertama dari pasangan almarhum Bapak Kaimin Herly Sutikno, BA Bin Mbah Martho Siram Bin Mbah Kromonadi (Ketua Yayasan Pendidikan dan Kepala Sekolah Dasar “YP. Kesuma” Surabaya), dan Ibu bernama Sukijah Binti Mbah Gito Kaiman (Kepala Taman Kanak Kanak “YP. Kesuma” Surabaya). Memiliki hobi membaca, menulis, traveling, dan berenang. Lahir di Surbaya, 11 Maret 1969. Pendidikan terakhir IKIP PGRI Surabaya, Sarjana S1, FKIPS Jurusan PMP/Kn dan Universitas Wijaya Putra Surabaya, Sarjana S1, Fakultas Hukum, Jurusan Ilmu Hukum. Berprofesi sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 2 Nekamese, Desa Besmarak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur

Instuktur Provinsi NTT Mata Pelajaran PPKn Jenjang SMP Kurikulum 2013, Narasumber Literasi daerah perbatasan, Narasumber Literasi tingkat Nasional bersama PGRI Pusat (Dalam kelas belajar menulis Blog bersama Om Jay, Blogger Ternama Indonesia). Peraih Juara Kategori kedua tingkat Nasional Lomba guru bersama Telkom dan Intel Prosessor “My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning Tahun 2015”. Penggiat literasi Nusantara, dan Motivator menulis buku.

Mulai serius menekuni dunia menulis sejak bergabung dengan Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Wilayah Nusa Tenggara Timur, sejak berdirinya di NTT pada tanggal 15 Desember 2014 sebagai pendiri dan menjadi pengurus inti.

 

Penulis artikel pada majalah :

Ø FORWAS (Majalah Forum Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional), Forum Pengawasan Nomor 26/XII/2007, dengan judul “Peran Guru Sebagai Organisator & Administrator.” Pada halaman : 24, 25, dan 26.

 

Penulis Karya Tulis Ilmiah pada Prosiding :

1.    Karya tulis yang berbentuk makalah ilmiah yang di seminarkan tingkat nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 9 Oktober 2010, dimuat & diterbitkan pada PROSIDING, dengan ISBN : 978-602-97895-0-8, dengan Judul : “Pendukung dan Kendala dalam Menyelenggarakan Lesson Study di Kabupaten Flores Timur.” di muat pada Makalah Umum.

2.    Karya tulis berbentuk makalah ilmiah populer yang di seminarkan tingkat nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 12 November 2011, karya tulis ilmiah diterbitkan pada PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY IV, dengan ISBN : 978-602-97895-5-3, dengan judul : “Peran Lesson Study dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Nekamese, Kabupaten Kupang.” di muat pada Makalah Umum.

 

Penulisan Karya Tulis Ilmiah pada Jurnal Ilmiah PEN@ GURU Agupena NTT :

1.    Nomor 08 Tahun V, edisi khusus Hari Guru Tahun 2019, dengan judul Best Practise: “Membangun Budaya Menulis Guru Sasaran PPKn Melalui Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi di Kabupaten Kupang”

2.    Nomor12 Tahun VI, edisi khusus Harid Pendidikan Nasional Tahun 2020, dengan judul Best Practise : “Facebook sebagai kelas bagi peserta didik Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang”

3.    Nomor 14 Tahun VI, edisi khusus Hari Kemerdekaan RI Tahun 2020, dengan judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK): “Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Peraturan Perundang-undangan untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Kelas VIIIC SMP Negeri 2 Nekamese”.

 

Penulis buku tunggal :

1.    GURU adalah INSPIRASI serial “Pelita Kampung Beta Jejak Juang Guru Desa di NTT” dan menjadi buku Best Seller Nusantara.

2.    Melejitkan Berpikir Tingkat Tinggi PPKn Melalui Discovery Learning.

3.    GURU adalah INSPIRASI serial “Menulis Blog itu Keren”

 

Penulis buku Antologi :

1.    Ukir Prestasi Tebar Inspirasi, Surakarta, Jawa Tengah (27 September 2020)

2.    Secercah Harapan dalam Keterbatasan, Sukoharjo, Jawa Tengah (6 Oktober 2020)

3.    Pahlawan Dalam Hidupku, Solo, Jawa Tengah (Oktober 2020)

4.    Berbagi Kisah Inspirasi Menuju Sukses,

Antologi Belajar Menulis Bersama Bunda Lilis. Sukoharjo, Jawa Tengah (Oktober 2020)

5.    Merdeka Belajar Kisah Inspiratif,

     Antologi Belajar Menulis Bersama Bunda Lilis. Sukoharjo, Jawa Tengah (Oktober 2020), Sukoharjo Jawa Tengah (Oktober 2020)

6.   Hadiah Untuk Bundaku Jilid 1

Antologi Persembahan Khusus Buat IBU, Bersama “KELAS WAG MBI” Bunda Lilis Sutikno. Sukoharjo Jawa Tengah (Desember 2020)

 

Editor Buku :

1.    Antologi Puisi “Cinta Tergerai” Karya Bergita Kapa, S.Pd

2.    Antologi Puisi “Mimpi dan Cita-citaku” Karya Maria Stefania Tanggela

3.    Antologi Puisi “Beringin Tua” Karya bersama peserta didik SMP Katholik Tunas Harapan Santo Petrus Lahurus Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

4.    Antologi Puisi “Celotehan Hati Terselatan Indonesia” Karya Agus Hartatik, S.S., M.Pd

5.    Antologi Puisi “Mengungkap Nuansa Makna Lewat Goresan Puisi Jilid 1” Karya Maksuddin, S.Pd., M.Hum

6.    Antologi Puisi “Coretan Pena Sang Musafir” Karya Suster Modesta Abuk Manek, SSpS., S.Pd

7.    Antologi Puisi “Generasi Melineal to Generasi Covid-19” Karya bersama Dra. Rukmini Dwi Wanti, Prof. Pujiati,M.Soc. Sc.,Ph.D, Suster Modesta Abuk Manek, SSpS., S.Pd

 

Blog : www.guruinspirasintt.com ,

Facebook : Lilis Sutikno (Mbak Pipin) ,

Alamat email : ibugurucantik@yahoo.com     

                         lilissutikno69@gmail.com

 

Penulis dapat dihubungi pada WA: 0822-2637-6157


 

Komentar

  1. 👍👍 trimakasih utk selalu menginspirasi kita bunda. Semangat , semangat salam literasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

NGE-BLOG itu KEREN

HIKMAH DARI PLN PADAM