RESTORASI PENDIDIKAN DI NTT

 

RESTORASI PENDIDIKAN DI NTT 

Lilis Ika Herpianti Sutikno

Karya ini telah dibukukan dengan cover : “Secercah Harapan dalam Keterbatsan”

                    ISBN : 978 - 602 - 457 - 585 - 4, pada bulan Oktober 2020 (Cetakan Pertama)


 Buku karya saya bersama guru terpencil se Indonesia yang terbit pada bulan Oktober 2020, 
beredar di seluruh pelosok Indonesia serta tercetak lebih dari seribu buku. 
Sedang proses cetak kedua, dengan revisi disana sini.
Lancarkanlah Ya Allah Ya Rabb, aamiin...
 


Sertifikat Sebagai Penulis Buku
 

Menjadi guru di kabupaten Kupang dalam pidato Gubernur Nusa Tenggara Timur pada hari ulang tahun ke sembilan SMP Negeri 6 Nekamese pada tanggal 15 Agustus 2020, haruslah cerdas dan paham akan nilai-nilai karakter. Terutama karakter religius. Dalam hal apapun kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Pada hal-hal yang tidak baikpun kita juga harus bersyukur kepada Tuhan. Bukan semata-mata hal yang baik saja kita bersyukur kepada Tuhan.

Dalam Al Qur’an dijelaskan sebagai berikut : “Ingatlah kepada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah ingkar” (QS. Al Baqarah: 152). Dalam surat yang lain Allah berfirman : “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mengumumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’” (QS. Ibrahim: 7).

Gubernur NTT, Bapak Viktor dalam pidatonya menyampaikan tentang makna syukur lebih luas lagi. Karena Tuhan adalah sumber pengetahuan bagi semua umat dibumi ini. Pengetahuan itu paling penting, sebab orang tanpa pengetahuan tidak pernah hidup. Mengapa Wakil Bupati tadi menyampaikan bahwa saya sering berkunjung ke Kabupaten Kupang?. Sebab ada dua kabupaten di Nusa Tenggara Timur ini sebagai sumbangsih terbesar kebodohan dan kemiskinan di NTT.  

Sebagai seorang pemimpin, saya harus sering berkunjung pada daerah yang memberikan sumbangan kebodohan bagi provinsi ini. Agar dapat merubah pola pikir masyarakatnya untuk hidup lebih baik lagi. Pendidikan satu-satunya yang dapat merubah taraf hidup masyarakat NTT menuju hidup sejahtera kelak di kemudian hari.

Saya paksa betul untuk pendidikan di NTT ini, siapa yang mau sekolah mari datang kepada saya. Pasti saya akan perhatikan dan biaya sekolahnya. Asalkan jangan datang kepada saya meminta bantuan untuk menikah. Sampai kapanpun jika bantuan itu untuk pesta, apalagi pesta nikah. Tidak akan saya membantunya, “enak saja...” kata beliau ketika itu. Enaknya di kamu, kok pestanya minta sumbangan kepada saya. Ha ... ha ... ha ... disambut tawa oleh hadirin undangan yang berbahagia saat itu.

Jika anda datang kepada saya untuk biaya sekolah anak, saya pasti bantu, saya paksa betul untuk pendidikan. Benar kata pendeta tadi, spiritual itu luar biasa, manusia yang mampu menghadirkan Tuhan dalam kehidupannya, akan mampu berpikir hebat. Bersama Tuhan akan memutuskan rasa was-was dan keraguan dalam diri untuk bangkit dan perjuang melawan kemiskinan.

Nusa Tenggara Timur harus dibangun dengan 5 pilar yaitu; 1) Spiritual; 2) Intelektual; 3) Networking; 4) Sehat; 5) Revolusi mental. Nomor satu dan dua diatas sudah saya jelaskan, yang ketiga networking atau bekerjasama. Dalam hidup ini manusia adalah makhluk sosial, jika kita mampu bekerjasama tak sulit menghadapi dunia ini.

Langkah selanjutnya sehat, tak mungkin kita bisa membangun NTT jika kita sakit-sakitan. Bagaimana mungkin kita dapat bekerja?, jika mau menopang diri sendiri saja kita tak kuat. Keempat diatas jika kita jalani dengan baik dalam kehidupan kita, maka uang akan datang kepadamu berbanding terbalik dengan air.

Tahu kan Anda?... Air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Jika Ibu Bapak melakukan kelima hal yang telah saya sebutkan diatas, maka uang akan muncul dari bawah keatas. “Bukan miskin yang pemalas dan bodoh seperti saat ini!.”

Gubernur saya lelaki hebat, beliau mengucapkan kata : “Bukan miskin yang pemalas dan bodoh seperti saat ini!”. Dengan diikuti gerakan menggemaskan sebagai pemimpin yang ingin menumpas rasa malas dan kebodohan di Nusa Tenggara Timur tempat saya mengabdi selama 24 tahun ini. Rasa kagum pada sosok pemimpin yang sangat revolusioner ini, membuat saya tak berkedip sedikitpun, ketika beliau berpidato di podium dengan sangat semangatnya.

Kata beliau ketika itu, tulisan dalam spanduk di belakang saya ini bagus sekali, “Restorasi Kebangkitan Pendidikan NTT Menuju NTT Cerdas, NTT Bangkit, NTT Sejahtera”. Baiklah, saya akan jelaskan apa itu Restorasi?, Merestor itu memperbaiki. Apa yang diperbaiki?, yang perlu diperbaiki dari masing-masing kita saat ini adalah “cara berpikir yang baik”.

Dalam ulasan berita yang ditulis oleh wartawan Citra New Bapak Marthen Radja yang saya ambil di “Doc. marthen radja/citra-news.com”, pada laman : https://citra-news.com/2020/08/17/harus-ada-restorasi-pendidikan-di-ntt/ Diunduh pada Selasa, 15 September 2020, Pukul : 09.29 WITA, sebagai berikut :

Harus Ada RESTORASI Pendidikan di NTT

Agustus 17, 2020 admin  0 Komentar

FacebookTwitterWhatsAppShare

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat ketika memberikan sambutan pada HUT ke-9 SMPN 6 Nekamese Desa Oelomin Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu 15 Agustus 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

* * *

Gubernur Viktor : “…Timor dan Sumba, penyumbang terbesar kebodohan dan kemiskinan di NTT. Kalau bodoh dan pemalas daerah kita tidak bisa maju dan berkembang dengan baik…”

***

Citra News.Com, KUPANG – GUBERNUR Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), VIKTOR Bungtilu Laiskodat menegaskan, pendidikan itu hal penting. Melalui pendidikan kita peroleh pengetahuan dan membentuk kecerdasan. Dengan pendidikan kita mampu membangun imajinasi dan membuat kita jadi orang hebat dan berkualitas.

“Pengetahuan itu inti dari hidup. Orang tanpa pengetahuan sesungguhnya dia tidak pernah hidup. Dan Allah adalah sumber pengetahuan yang awal dan akhir (Alfa dan Omega,red). Jadi yang namanya pendidikan adalah satu-satunya jalan supaya menemukan Allah, ”kata Gubernur Viktor dalam sambutannya pada HUT SMPN 6 Nekamese ke-9 dan Peluncuran Buku karya murid dan para guru di halaman SMPN 6 Nekamese, Desa Oelomi Kecamatan Nekamese Kabupaten Kupang Provinsi NTT, Sabtu 15 Agustus 2020.

Menurut Gubernur Viktor, orang yang punya iman teguh pasti mencintai pengetahuan dan rajin membaca. Orang yang rajin membaca punya banyak pengetahuan. Dengan pengetahuan manusia mampu bangun imajinasi yang membuatnya jadi orang hebat dan berkualitas.

Dia mengatakan, ada 4 (empat) yang menentukan kesuksesan hidup. Yakni punya spiritualitas atau punya keyakinan teguh. Memiliki spiritual yang tinggi dia tidak mudah menyerah (never give up). Hal kedua, punya pengetahuan. Ketiga, punya jaringan atau networking. Dia punya relasi dan mengenal banyak orang, ada jalin kerjasama dengan banyak pihak.  Dan keempat, punya kesehatan yang prima.

Pendidikan punya peran penting membentuk keempat hal tersebut, tegas Gubernur Viktor. Karena itu saya (Gubernur Viktor, red) sangat serius, saya paksa dan terus mendorong agar mengikuti pendidikan. Pendidikan di NTT harus dibangun dalam semangat Restorasi. Mari kita bersama memulihkan pendidikan di NTT. Karena hanya melalui pendidikan kita mampu membangun imajinasi dan membuat kita jadi orang hebat dan berkualitas. 

“Tadi dalam sambutan Wakil Bupati Kupang (Jerry Manafe, red) mengatakan dua tiga kali dalam sebulan Gubernur NTT datang ke desa-desa di Kabupaten Kupang. Iya, bukan saja Kabupaten Kupang juga kabupaten lain di daratan Timor dan Sumba. Kenapa itu. Karena Timor dan Sumba adalah penyumbang terbesar kebodohan dan kemiskinan di NTT. Kalau orang bodoh dan pemalas pasti daerah tidak bisa maju dan berkembang dengan baik. Untuk itu kalau saya turun ke daratan Timor dan Sumba, saya tegaskan para Bupati agar merubah mindshet dalam membangun rakyat,”kata Gubernur Viktor. 

Orang punya komentar miring, lanjut dia, karena saya mengatakan orang bodoh tidak mungkin masuk surga. Bodoh dan pemalas itu memang Tuhan marah. Orang punya pengetahuan yang baik dia bisa membangun imajinasi. Dan akan bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan baik dan benar untuk kesejahteran hidup. 

“Dalam Alkitab Tuhan Yesus katakan pergilah dan jadikanlah mereka murid-muridKu. Ini harus kita pahami bahwa pendidikan itu hal penting. Melalui pendidikan kita bangun NTT dengan kecerdasan. Tidak ada negara-negara maju di dunia yang bodoh dan pemalas. Dan untuk NTT harus ada restorasi dalam pendidikan,” tegasnya berulang.

Tahu Tapi Tidak Mengerti 

Pada kesempatan itu Gubernur Viktor mengingatkan, para kepala daerah nya, para Bupati/Wakil, Camat, dan Kepala Desa harus merubah mindshet dalam membangun. Untuk mewujudkan kesejahteraan hidup masyarakat, seorang pemimpin harus mampu bertindak tegas. Pemimpin harus tahu dan mengerti bagaimana cara agar rakyatnya bisa maju dan hidup sejahtera. 

“Sebagai pejabat public dia jangan tahu tapi tidak mengerti (know but not understand). Dia (pemimpin, red) punya program kerja tapi dia tidak tahu bagaimana menjalankan program kerjanya itu. Padahal dia tahu kalau daerahnya sangat potensial untuk pengembangan pertanian, perikanan, pariwisata, dan lain-lain yang bisa memajukan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Kepala SMPN 6 Nekemese, Yulianti Pulungtana, S.Pd

 (gambar paling kiri), Doc.marthen radja/citra-news.com

 

Kalau pemerintah Kabupaten Kupang punya program kerja Revolusi 5 (lima) P, sebut Gubernur Viktor, diantaranya ada pertanian, perikanan, dan pariwisata. Ini harus diintervensi dengan bantuan sarana prasarana. Misalkan kalau tahun ini petani hanya bisa buka lahan pertanian 1 hektar maka tahun berikutnya pemerintah harus bantu hand traktor supaya bisa buka lahan 5 hektar. Kalau tidak ada air pemerintah bantu alat pompa air. Atau membangun cekdam dan jebakan air sehingga bisa menampung air hujan. Itu contoh-contoh intervensi pemerintah untuk kebutuhan rakyat, tandasnya. 

Dia menambahkan, perubahan atau pemulihan (restorasi) itu akan terjadi kalau pemerintah dan rakyat terus bekerja keras. Dan restorasi butuh cara-cara kerja revolusi. Pemimpin harus tegas, harus bertindak keras terhadap rakyat yang bodoh dan pemalas. Harus bisa dirubah mindshet-nya. 

“Ada bupati atau mungkin juga rakyat yang tidak suka dengan saya, karena dianggapnya sangat revolusioner. Iya, bagi saya tidak apa-apa. Membangun rakyat di NTT harus dengan cara kerja revolusi, agar rakyat kita bisa berubah. Bukan biasa-biasa saja tapi dengan cara kerja luar biasa. Revolusi itu memang harus ekstrim,” kata Gubernur Viktor. +++ marthen/citra-news.com

 Menghadiri acara Ulang Tahun ke-9 SMP Negeri 6 Nekamese sungguh sesuatu yang sangat membahagiakan bagi saya. Pertama saya bangga rekan sejawat dari Pengurus Agupena NTT berhasil menulis buku dan menghadirkan Gubernur NTT untuk meluncurkan bukunya dan buku karya peserta didiknya.

Beliau adalah Ibu Yuliani Pulungtana, S.Pd rekan kerja guru IPS di SMP Negeri 2 Nekamese, juga pengurus Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Wilayah Nusa Tenggara Timur yang sangat peduli pendidikan di Kabupaten Kupang. Kepedulian itu beliau wujud nyatakan dalam program sekolah yang berpihak pada guru dan peserta didiknya.

Banyak hal yang telah Ibu Yanti lakukan untuk sekolahnya, juga kabupaten Kupang pada umumnya. Ide kreatif dan karya-karyanya sungguh luar biasa, hingga berhasil mengajak seorang Gubernur datang berkunjung ke sekolahnya pada kesempatan HUT ke-9 SMP Negeri 6 Nekamese. Beliau berhasil mengajak Gubernur hadir bersama para orangtua dari peserta didiknya.

Hal kedua, selama ini saya hanya tahu gubernur NTT dari cerita orang, saya tidak pernah tahu apa yang ada dalam pikiran dan ucapan beliau. Sungguh bahagai hati saya, hingga terlahir tulisan saya ini, untuk saya abadikan bersanding dengan tulisan seorang wartawan Citra New, dibuku ini.

Kenangan duduk paling depan bersama pejabat Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT.

                               Dari kursi ini saya tahu bahasa kalbu dan bahasa intelektual gubernur saya yang super keren!!!.

    

Saya duduk di deretan terdepan pada acara itu, bersama para jajaran pejabat NTT yang hampir semuanya saya kenal baik dari kegiatan saya sebagai pengurus Agupena NTT. Selama dua periode saya menjadi pengurus Agupena NTT, dan dalam setiap kegiatan Agupena NTT peran saya sangat dibutuhkan.

Hari itu kami semua bergembira dan bahagia ketika Gubernur NTT hadir di halaman sekolah SMP Negeri 6 Nekamese. Kebahagiaan itu terlihat nyata pada halaman facebook ibu kepala sekolah Yulianti Pulungtana dari langkah awal mengundang gubernur NTT; https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2538149223091202&id=100006884467193 , dan upacara penyambutan gubernur secara adat di halaman sekolahnya; https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2539802546259203&id=100006884467193 .

Sebagai guru desa di kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur, saya turut bahagia, dapat hadir pada acara tersebut, dan dapat kesempatan foto bersama gubernur NTT dengan beliau membawa buku saya yang terakhir ada di NTT. Buku “Guru adalah Inspirasi” adalah buku perdana saya yang berkisah tentang perjalanan karier saya sebagai guru dan instruktur kurikulum 2013 mata pelajaran PPKn pada jenjang SMP yang sangat menginspirasi di Kabupaten Kupang NTT dan berhasil menjadi buku best seller Nusantara.


Foto kiri bersama gubernur NTT Bapak Victor Bung Tilu Laiskodat, foto kanan bersama   Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan NTT Bapak Linus Lusi


 Buku “Guru adalah Inspirsai”, 98% kisah dalam facebook saya, dan foto diatas saya kisahkan pula di facebook saya Lilis Sutikno (Mbak Pipin), pada tanggal 15 Agustus 2020; https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3330197173713989&id=100001712161927 . Alhamdulillah, buku tersebut hingga kini masih banyak peminatnya. Rasa syukur kepada Allah atas nikmat ini.

 Seperti disampaikan orang nomor satu di Nusa Tenggara Timur, bahwa kabupaten Kupang masih tertinggal dari kabupaten-kabupaten lainnya. Sebagai guru yang mengabdikan diri di kabupaten Kupang, jujur saya terusik dengan pernyataan gubernur saya. Tetapi juga setuju dengan pidatonya itu. Ada banyak hal yang harus dibenahi di kabupaten Kupang agar pendidikan di Kabupaten Kupang yang dipimpin oleh Bapak Drs. Korinus Masneno, M.Si. dapat berubah kearah yang lebih baik lagi.

Satu contoh yang harus menjadi koreksi bersama adalah pemilihan sumber daya manusia pada lingkungan pemerintah daerah kabupaten Kupang. Pemilihan pegawai atau tenaga fungsional dalam dunia pendidikan harus terampil, cakap, dan profesional dalam bidangnya, serta berkarakter yang baik. Masih jauh dari harapan, sebab mereka yang duduk memimpin instansi pada kabupaten Kupang saat ini adalah imbalan upeti dari pesta demokrasi yang lalu.

Salah satu contoh lemahnya kabupaten Kupang seperti diucapkan oleh gubernur NTT adalah pemilihan para pejabat, camat, hingga kepala sekolah yang tidak mengedepanan keterampilan, kecakapan dan profesional dalam bidangnya. Hal ini berakibat pada lahirnya sumber daya manusia yang takut kepada manusia lainnya, dan bukan takut kepada Tuhannya.

Seperti diceritakan diawal kisah ini, bahwa Pak Victor sebagai gubernur NTT sangat mengedepankan karakter religiusnya, yaitu takut akan Tuhan!. Jika ini dibangun dengan segera maka kabupaten Kupang akan secepatnya berubah. Tetapi jika hal ini dibiarkan, sampai kapanpun juga kabupaten Kupang tak akan pernah berubah.

Contoh nyata dalam kehidupan saya sebagai guru desa Besmarak, kecamatan Nekamese, kabupaten Kupang. Selama bertahun-tahun saya dan teman-teman saya di pimpin oleh seorang kepala sekolah yang tidak dapat mengoperasikan laptop. Bisa anda bayangkan, seorang kepala sekolah yang tidak dapat mengoperasikan laptop, itu adalah sesuatu yang fatal.

Pada era digital dimana guru dituntut menguasai informasi dan teknologi, juga penguasaan ilmu pengetahuan sesuai tuntutan zaman guru milenial abad 21, yaitu guru pada Era 4.0 harus terampil, cakap, juga profesional. Sementara kepala sekolah tidak memiliki semuanya itu, bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi pada sekolah itu?....

Maka, apapun yang guru lakukan untuk perbaikan peserta didik akan berdampak pada kariernya sebagai Aparatur Sipil Negara, bahwa sesuatu yang menjadi ide dan kreatifitasnya akan dihalangi oleh keegoisan dan kediktatoran seorang kepala sekolah yang kemampuan managerial dan intelektualnya dibawah standar gurunya.

Bukan hanya masalah tidak ditanda tanganinya berkas administrasi guru, tetapi surat keputusan kenaikan pangkatpun seorang kepala sekolah bisa menahannya dengan cara menyembunyikan SK KENAIKAN PANGKAT guru yang bersangkutan kepada salah satu pengawas yang bisa diajak bekerjasama untuk menghambat kreatifitas guru terebut (Akibat dari ini kerugian guru adalah DELAPAN BULAN KELEBIHAN GAJI IV/a ke IV/b dari bulan Oktober ke Mei tidak dibayarkan). Kisah tersebut abadi disini sebagai kenangan yang tak terlupakan dalam dunia pendidikan di kabupaten Kupang NTT: http://www.guruinspirasintt.com/2020/05/diam-adalah-emas.html?m=1  . Jadikan hamba ikhlas dan ridho Ya Allah Ya Rabb-ku, aamiin Allohuma 'aamiin...

Pada guru yang cerdas, akan dapat melampiaskan kecerdasannya lewat dunia lain yang tetap memberikan inspirasi dan mendidik dengan cara yang terhormat dan bermartabat. Meskipun langkahnya akan menghambat perkembangan kariernya. Mengajar di daerah terpencil bukan berarti kita terkucil, bukan berarti kita harus menjadi katak dalam tempurung.

Menjadi guru di daerah khusus dengan sumber daya manusia yang berkebutuhan khusus (kemampuan berpikirnya khusus pada desa itu saja. Red), tidak akan pernah membangun peradaban manusia menjadi manusia yang paripurna. Seharusnya idealisme guru untuk menyampaikan pendapatnya tidak dikebiri dengan ancaman tidak akan ditanda tangani semua perangkatnya, dan lain-lainnya.

Jadilah guru yang bermartabat, dan memiliki daya juang yang tinggi untuk menghasilkan generasi milenial yang berkarakter serta memahami nilai-nilai religius sebagai hamba Allah yang takut untuk berbuat dosa dan berani melawan pada ketidak adilan dalam menjalankan tugas kemanusiaan mencerdaskan kehidupan bangsa seperti termaktub dalam tujuan Negara Republik Indonesia pada Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

"Mengapa restorasi pendidikan di NTT penting untuk segera dilakukan?”. Karena kita harus merubah pola pikir kita kedepan lebih baik lagi. Kita harus berjuang untuk memenangkan masa depan. Salah satu restorasi yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan di NTT adalah dengan mensterilkan dunia pendidikan dan pengajaran dari politik.

Kita harus mengutamakan pendidikan ke depan lebih baik lagi, sebagai guru PPKn yang sering dikirim diklat tingkat nasional menumbuhkan budi pekerti, seperti yang ditegaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Pelaksanaan Penumbuhan Budi Pekerti (PBP) didasari pertimbangan bahwa masih terabaikannya implementasi nilai-nilai dasar kemanusiaan yang berakar dari Pancasila yang masih terbatas pada pemahaman nilai dalam tataran konseptual, belum sampai mewujud menjadi nilai aktual dengan card yang menyenangkan di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Peraturan tersebut bukan hanya berlaku kepada peserta didik, tetapi juga kepada ASN serta para pembuat kebijakan di daerah. "Mari kita membangun integritas dan percaya diri", dengan penuh tanggungjawab penuh kepada Tuhan pemiliki bumi, langit, dan alam ini beserta isinya.

Dalam mendidik anak, kita harus melihat mereka sebagai generasi baru dengan perspektif masa depan, bukan perspektif masa lalu karena merekalah yang akan mewakili kita di masa depan. Restorasi pendidikan di NTT membutuhkan kesabaran dan komitmen. Salah satu contoh Negara Finlandia yang dikenal memiliki mutu pendidikan terbaik membutuhkan waktu 40 tahun untuk merestorasi pendidikan mereka.

Tantangan untuk memajukan dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur sangat besar. Pasalnya, dalam dunia pendidikan di NTT ini, kita hidup di abad 21, tetapi gurunya abad 20, kepala sekolahnya abad 19, dan bangunan fisik sekolahnya abad 19.

Di sekolah saya SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang NTT selama empat kali kepala sekolah saya berganti. Keempatnya tidak bisa mengoperasikan laptop, juga tak dapat mengetik di laptop (Ketika menjabat kepala sekolah). Alhamdulillah kepala sekolah kelima saat ini seorang wanita hebat, alumni Universitas Negeri Jember Jawa Timur, meskipun baru Plt beliau adalah wanita kreatif yang cerdas dan milenial banget, bergaul dengan guru muda serta menjadi panutan yang sangat berintegritas. Ada empat komponen yang dibutuhkan generasi NTT ke depan, termasuk di kabupaten Kupang, yaitu membangun dunia pendidikan yang mandiri serta jauh dari politik, kualitas karakter, literasi dasar, dan 4C, yaitu creativity, critical thinking, communication, collaboration. Semoga segera terwujud dengan sempurna, aamiin.

 

Profil Penulis


Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H sewaktu kecil biasa disapa Mbak Pipin anak pertama dari pasangan almarhum Bapak Kaimin Herly Sutikno, BA (Ketua Yayasan Pendidikan dan Kepala Sekolah Dasar “YP. Kesuma” Surabaya), dan Ibu bernama Sukijah (Kepala Taman Kanak Kanak “YP. Kesuma” Surabaya). Memiliki hobi membaca, menulis, traveling, dan berenang. Lahir di Surbaya, 11 Maret 1969. Pendidikan terakhir IKIP PGRI Surabaya dan Universitas Wijaya Putra Surabaya. Berprofesi sebagai guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMPN 2 Nekamese, Desa Besmarak, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Instuktur Provinsi NTT Mata Pelajaran PPKn Jenjang SMP Kurikulum 2013, Narasumber Literasi daerah perbatasan, Narasumber Literasi tingkat Nasional bersama PGRI Pusat (Dalam kelas belajar menulis Blog bersama Om Jay, Blogger Ternama Indonesia). Peraih Juara Kategori kedua tingkat Nasional Lomba guru bersama Telkom dan Intel Prosessor “My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning Tahun 2015”. Penggiat literasi Nusantara, dan Motivator menulis buku.

Mulai serius menekuni dunia menulis sejak bergabung dengan Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Wilayah Nusa Tenggara Timur, sejak berdirinya di NTT pada tanggal 14 Desember 2014 sebagai pendiri dan menjadi pengurus inti.

Penulis artikel pada majalah :

Ø  FORWAS (Majalah Forum Inspektorat Jenderal Departemen Pendidikan Nasional), Forum Pengawasan Nomor 26/XII/2007, dengan judul “Peran Guru Sebagai Organisator & Administrator.” Pada halaman : 24, 25, dan 26.

Penulis Karya Tulis Ilmiah pada Prosiding :

  1. Karya tulis yang berbentuk makalah ilmiah yang di seminarkan tingkat nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 9 Oktober 2010, dimuat & diterbitkan pada PROSIDING, dengan ISBN : 978-602-97895-0-8, dengan Judul :

“Pendukung dan kendala dalam menyelenggarakan Lesson Study di Kabupaten Flores Timur.” di muat pada Makalah Umum.

  1. Karya tulis berbentuk makalah ilmiah populer yang di seminarkan tingkat nasional, di Universitas Negeri Malang pada tanggal : 12 November 2011, karya tulis ilmiah diterbitkan pada PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY IV, dengan ISBN : 978-602-97895-5-3, dengan judul : “Peran Lesson Study dalam meningkatkan profesionalisme pendidik dan kualitas pembelajaran di SMP Negeri 2 Nekamese, Kabupaten Kupang.” di muat pada Makalah Umum.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah pada Jurnal Ilmiah PEN@ GURU Agupena NTT :

  1. Nomor 08 Tahun V, edisi khusus Hari Guru Tahun 2019, dengan judul Best Practise :

“Membangun Budaya Menulis Guru Sasaran PPKn Melalui Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi di Kabupaten Kupang”

  1. Nomor  12 Tahun VI, edisi khusus Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020, dengan judul Best Practise :

“Facebook sebagai kelas bagi peserta didik Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang”

  1. Nomor 14 Tahun V, edisi khusus Hari Kemerdekaan RI Tahun 2020, dengan judul Penelitian Tindakan Kelas (PTK) :

“Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Materi Peraturan Perundang-undangan untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik Kelas VIIIC SMP Negeri 2 Nekamese”.

Penulis buku tunggal :

  1. GURU adalah INSPIRASI serial “Pelita Kampung Beta Jejak Juang Guru Desa di NTT” dan menjadi buku Best Seller Nusantara.
  2. Melejitkan Berpikir Tingkat Tinggi PPKn Melalui Discovery Learning.
  3. GURU adalah INSPIRASI serial “Menulis Blog itu Keren”

Penulis buku Antologi :

  1. Kisah Lockdonw Pada Masa Pandemi Covid 19 dari P3G Jawa Timur,
  2. Daring Pada Masa Pandemi Covid 19 dari P3G Jawa Timur,
  3. Kisah Guru Daerah Khusus, Solo Jawa Tengah
  4. Minat Siswa “Ukir Prestasi Tebar Inspirasi”, Solo Jawa Tengah

Editor Buku :

  1.  Antologi Puisi “Cinta Tergerai” Karya Bergita Kapa
  2.  Antologi Puisi “Mimpi dan Cita-citaku” Karya Maria Stefania Tanggela
  3.  Antologi Puisi “Beringin Tua” Karya bersama peserta didik SMP Katholik Tunas   

 Harapan Santo Petrus Lahurus Atambua Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Blog : www.guruinspirasintt.com , Facebook : Lilis Sutikno (Mbak Pipin) ,

Alamat email : ibugurucantik@yahoo.com , lilissutikno69@gmail.com

Dapat dihubungi pada nomor HP/WA  : 082 226 376 157

 

 

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

NGE-BLOG itu KEREN