SEMANGAT ITU TETAP MEMBARA BANG !!!

 

“SEMANGAT ITU TETAP MEMBARA BANG !!!”

 

 
Buku Perdanaku

Membaca laporan singkat pertemuan semalam tentang pembentukan organisasi baru di Nusa Tenggara Timur “Rumah Produksi Indonesia (RPI)” menjadikan saya bagaikan gadis belia tujuh belas tahun. Dalam alamat website RPI yang keren https://rpi.or.id/index.php/2021/02/07/semangat-dari-kupang/ , Bang Yanuardi Syukur editor buku perdana saya GURU adalah INSPIRASI Serial PELITA KAMPUNG BETA Jejak Juang Guru Desa Di NTT yang saya cetak mandiri di CV. Kelapa Pariwara Surabaya milik sahabat baik saya lulusan ITS Surabaya, sebanyak seribu buku terjual habis sebelum 3 bulan dan beredar luas se-antero Indonesia, dan beberapa negara di dunia. Diantaranya Florida AS, Thailand, Malaysia, Hongkong, Singapore, Denmark, dan Jazilah Arab, yang dibawa dan dibeli oleh sahabat, kenalan, saudara juga para alumni SMP Negeri 2 Nekamese yang bekerja sebagai TKI atau TKW di Negara tersebut. Hal ini menumbuhkan rasa bangga sekaligus bahagia bahwa saya berada di tempat yang tepat yaitu Rumah Produksi Indonesia.

PROFIL RUMAH PRODUKTIF INDONESIA

Pengantar

Rumah Produktif Indonesia (RPI) adalah perkumpulan sosial berazaskan Pancasila dan UUD 1945 yang didirikan sebagai wadah belajar dan kolaborasi produktif berbasis peminatan dan keunggulan kompetitif untuk melahirkan Manusia Indonesia Produktif dan berjuang untuk kejayaan bangsa Indonesia di awal abad ke-21.

Perkumpulan RPI berdiri di awal pandemi COVID-19 masuk ke Indonesia, 18 Maret 2020, tepatnya pada hari ke-16 setelah Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, mengumumkan adanya kasus pertama COVID-19 yang disusul dengan kebijakan untuk “beraktivitas produktif di rumah” dengan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. “Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ibadah di rumah perlu terus digencarkan untuk mengurangi penyebaran COVID-19,” ujar Presiden Jokowi pada 16 Maret 2020.

Berdasarkan pada kesadaran bahwa dalam kondisi pandemi sangatlah penting bagi tiap kita untuk beraktivitas di rumah secara produktif, maka pada 18 Maret 2020, Yanuardi Syukur menginisiasi grup Whatsapp “Produktif di Rumah” dengan tujuan untuk saling-menguatkan sesama anak bangsa di masa pandemi dengan diskusi, berbagi cerita, dan kegiatan produktif. Kemudian, bergabung Hidayat Doe yang mengajak Ismawan Amir dan selanjutnya Muflihuddin Idris. Grup tersebut yang berubah menjadi “Rumah Produktif” disempurnakan menjadi “Rumah Produktif Indonesia” yang sampai sekarang digunakan sebagai nama perkumpulan

RPI saat ini telah menjadi berbadan hukum berkedudukan di Kota Depok sesuai salinan Akta Nomor 01 Tanggal 1 September 2020 yang dibuat oleh Notaris Ny. Trusti Hendrawati, SH dan disahhkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-0007832.AH.01.07.TAHUN 2020. Pendirikan Perkumpulan Rumah Produktif Indonesia juga telah diterbitkan dalam bentuk Berita Negara No. 077 Tambahan Berita Negara RI No. 000385 Tanggal Terbit 25 September 2020.

Visi dan Misi

Visi RPI adalah “Menjadi wadah belajar dan kolaborasi produktif berbasis peminatan dan keunggulan kompetitif untuk melahirkan Manusia Indonesia Produktif dan kejayaan bangsa Indonesia.” 

Adapun misi RPI adalah:

1. Menciptakan Manusia Indonesia Produktif yang humanis, kompetitif, berprestasi, inspiratif, dan bahagia.

2. Menyelenggarakan berbagai kolaborasi pelatihan dan pembinaan yang dapat meningkatkan kapasitas para anggota dalam ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan praktis aplikatif yang bermakna bagi produktivitas tiap anggota.

3. Sebagai wadah diplomasi budaya Manusia Indonesia Produktif untuk menciptakan kehidupan global yang produktif, damai, aman, dan sejahtera.

Motto

Belajar, Berkawan, Bergembira.

Kolaborasi Kegiatan

Perkumpulan RPI menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah, swasta, dan gerakan sosial untuk berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kapasitas anggota masyarakat secara umum. Beberapa bentuk kegiatan yang pernah dilakukan di antaranya: diskusi online, seminar nasional dan internasional, ceramah, konsultasi, penulisan buku, Instagram Live, silaturahmi, dan lain sebagainya.

Menjelang tahun kedua, RPI di tingkat DPP dan DPW telah bekerjasama dengan berbagai lembaga seperti Perkumpulan Warga Muda, Education Youth Forum, 22 Foundation, Yayasan Nurul Haramain, IELTS Master, Yayasan Amal Sosial Yatim dan Dhuafa (YASFA), Matahati, Pusat Manajemen Syariah Universitas Medan Area, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Center for Islamic and Global Studies (CIGS), Center for Strategis Policy Studies (CSPS) SKSG UI, Komisi Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), YAPIS Takalar, IAIN Curup Jambi, Yayasan Literasi Kita Indonesia, Rumah Peradaban, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Panrita.Id, K.U.S, Dema Pascasarjana UIN Alauddin, Forum Lingkar Pena Cabang Gowa, dan Global Youth Indonesia.

Selain itu, RPI juga bermitra dengan HMI Cabang Gowa Raya, SABISABU, Econand, Sesepuh.ID, Penerbit SAGA, PPI Changsa Tiongkok, Histori Bersama, Yayasan Komite Uang Kehormatan Belanda, FEALAC Warriors, HMI Banjarmasin, Ikatan Mahasiswa Kaimana Bandung, Fajar.co.id, MenulisPedia, Penerbit Biografi Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati, FUAD IAIN Pontianak, Teko Literasi, Mata Kata, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) Sulsel, Banua Cendekia, Informasi Pelajar Indonesia, dan El-Banjary, BEM Politeknik Kotabaru, Santri Mendunia, Green Smart, KeizalinNewsTV, Star7TV, Purnamanews.com, Putra Pos, Kejar Fakta, Times Indonesia, Dandiah Care Center, PW. Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Jabar Educare Institute, Umar Usman Business School, Tangan Di Atas (TDA) Community Maros, MASIKAPRENEUR Sulsel, Desa Institut, Detik Indonesia, Marijang.id, dan Klik Hijau.

RPI aktif mendukung berbagai kegiatan seperti “International Forum on Spice Route 2020” bersama Kemendikbud, Yayasan Negeri Rempah, Bank Indonesia, MaritimMuda.Id, Leiden Universiteit, British Council, LIPI, Dewan Rempah Indonesia, Museum Nasional Indonesia, Samudra Raksa, Seloko Institute, Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU), dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sosial dan Politik (LPPSP) FISIP UI. Selain itu, RPI juga mendukung “ASEAN Youth Cultural Expedition” dan membantu korban banjir di Luwu Sulsel lewat “Gerakan 10.000 Otti Chips”.

Pembicara kegiatan RPI terdiri dari berbagai kepakaran, mulai dari pejabat pemerintah, dosen, guru, dokter, pengusaha, penulis, tokoh agama, jurnalis, motivator, psikolog, konselor, dan lain sebagainya. Pesertanya terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari diplomat, dosen, guru, aktivis, dan lain sebagainya.

Jaringan Kerja

Menjelang tahun kedua, Perkumpulan Rumah Produktif Indonesia telah memiliki jejaring kolaborasi dalam bentuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di 34 provinsi, dan 12 di luar negeri (Libya, Turki, Mesir, Amerika, Jerman, Selandia Baru, Sudan, Australia, Jepang, Lebanon, Malaysia, dan Afrika Selatan). Selain itu, semangat untuk berjejaring dan berbagi juga telah berdampak pada pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RPI seperti di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan yang telah memiliki 11 DPD, yakni di Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, Pangkep, Sidrap, dan Enrekang. Pembentukan jejaring tersebut diikhtiarkan sebagai bentuk “kolaborasi baru” di masa pandemi berbasis pada media sosial yang diharapkan dapat terus ditingkatkan demi menciptakan Manusia Indonesia Produktif dan kejayaan bangsa Indonesia.

 

DEWAN PIMPINAN PUSAT RUMAH PRODUKTIF INDONESIA

Sekretariat:

Jl. H. Sain RT. 06/01 No. 36, Kalibaru, Cilodong, Depok, Jawa Barat, 16414

E-Mail: rumahproduktifindonesia@gmail.com

Website: www.rpi.or.id

Youtube: RPI Official

Facebook: Rumah Produktif Indonesia

Instagram: @rumahproduktifindonesia

 

                “Bermimpilah setinggi langit jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang”. Kata motivasi dari Presiden Pertama Republik Indonesia ini membakar semangatku untuk menduniakan buku perdana saya GURU adalah INSPIRASI, yang di editori beliau. Saya memiliki mimpi yang menjulang tinggi keawan bahkan kelangit ketujuh. Bahwa buku saya akan terbang keliling dunia dengan kisah yang sangat menginspirasi dunia, dalam keterbatasan kita tak boleh menyerah. Pesan inilah yang saya ingat dari Dr. (Cand.) Yanuardi Syukur, M.Si, Presiden Rumah Produktif Indonesia (RPI), Pengajar Antropologi Universitas Khairun dan penulis buku, yang tinggal di Depok – Indonesia.

 

Beberapa waktu yang lalu saya posting dalam facebook saya tentang mimpi Deddy Corbusye untuk menjadi pesulap hebat pada alamat ini : https://web.facebook.com/lilis.sutikno.779/posts/438697887335288 , pesan itu disampaikan pada bagian akhir acaranya di HITAM PUTIH yang tayang pada 8 Desember 2017. Ada yang harus saya tuliskan pesan-pesan tersebut disini untuk kita ambil hikmah dan pelajaran berharga dalam diri kita. “Dari kecil Deddy sudah bercita-cita menjadi pesulap, dan pertama menjadi pesulap Deddy Corbusye dibayar Rp. 7.500,- (Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah), uang segitu waktu itu hanya dapat untuk beli nasi satu bungkus saja”.

Ketika itu orang-orang di sekeliling Deddy Corbusye memintanya untuk berhenti, tetapi Deddy kecil tak menyurutkan niatnya untuk terus bermimpi menjadi pesulap hebat dunia. Hingga pada akhirnya Deddy Corbusye menjadi pesulap terbaik dengan bayaran tertinggi di dunia 2 tahun berturut-turut. Lalu dilanjutkan lagi dengan motivasi yang sungguh dahsyat, Jika engkau benar-benar mau menggapai mimpi anda, maka alam semesta akan mewujudkannya. Ingat !!!,  , “Jika Anda benar-benar mau menggapai mimpi anda, maka alam semesta akan mewujudkannya”

            Sungguh mimpi buku saya akan berkeliling dunia adalah mimpi yang terus saya pupuk dan saya tumbuh suburkan dalam dada dan jiwaku, serta terus saya langitkan ke Ars-Nya yang agung disepertiga malam hamba memohon, agar mimpi dan cita-cita saya segera terwujud, aamiin… Dalam RPI gelora jiwa muda saya berkobar, presiden kita dalam RPI Bang Yan telah membuka akses buku saya akan terbang keliling dunia dengan menghasilkan pundi-pundi uang dengan sangat mudahnya melalui kisah ini.

            Saya ingat kalimat bijak yang bilang begini: “Hasilkanlah uang, tapi jangan biarkan uang membentuk pribadimu.” Ada benarnya juga. Di masa pandemi ini tidak mudah untuk dapat uang, tapi kita bisa usahakan lewat silaturahmi dan gerak. Memang, RPI belum memberikan keuntungan uang bagi anggota tapi lewat jejaring saya yakin dan percaya uang itu akan datang. Prinsip uang selalu melekat pada kedekatan. Memperbanyak teman adalah bagian dari membuka pintu-pintu rezeki untuk kita.

            Rapat semalam yang karena jaringan saya tak bisa masuk kembali ke link ZOOM karena cuaca yang tidak bagus. Rapat malam tadi adalah pertemuan yang sangat penting. Ini adalah step untuk langkah-langkah besar selanjutnya. Bisa dikatakan, ini adalah pekerjaan untuk “belajar berjalan sebelum berlari.” Agar bisa lari, pasti harus mulai belajar jalan. Agar bisa maksimal, pasti kita harus saling kenal dulu, saling sapa menyapa dahulu. Setelah itu baru kita berlari.

 

            Yuuup !!!, saya siap berlari untuk meraih mimpi besar saya, menjadi penulis buku hebat dunia bersama Rumah Produksi Indonesia, dimana pada buku perdana saya yang menjadi editornya adalah sang presiden sendiri. Alhamdulillah, tulisanku akan menemui takdirnya dan akan keliling dunia melalui pintu RUMAH PRODUKSI INDONESIA. Bismillah  . . . “Kabulkan Ya Allah”, aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

NGE-BLOG itu KEREN