BADAI ANGIN SIKLON TROPIS SEROJA DI KUPANG NTT

 

 BADAI ANGIN SIKLON TROPIS SEROJA DI KUPANG NTT


            Ketika itu 5 April 2021 seperti prediksi BMKG Jakarta, bahwa akan terjadi badai angin kencang dengan kecepatan 85km/jam. Sejak sore saya sudah menyiapkan diri bahwa tepat pukul 00.00 WITA sudah masuk tanggal 05 April 2021 seperti prediksi BMKG yang saya muat dalam status facebook saya pada beberapa hari yang lalu.

            Saya membaca prediksi dari BMKG tersebut pertama kali dari teman satu sekolah guru mata pelajaran IPA Ibu Adi Zina Gena, S.T. Merasa bahwa informasi itu akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat NTT dan keluarga saya yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote (Kakak perempuan suami saya Kak Halimah dan keluarga baru saya yaitu besan saya berasal dari Pulau Rote daerah pantai Numberella, dan kakek, nenek bunyutnya cucu saya Afiqa anak dari putra saya kedua juga dari Pulau Rote). Karena hal itu saya memandang perlu untuk memuat berita prediksi tersebut ke akun facebook saya di sini : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3989430877790612&id=100001712161927

            Selain untuk semua masyarakat NTT tahu, saudara saya akan paham jika terjadi putus hubungan komunikasi dengan saya akibat bencana ini. Minimal saudara saya akan berdoa untuk saya dan keluarga kecil saya di Kupang NTT. Juga saudara saya bisa menyiapkan diri jika terjadi apa-apa dengan saya juga keluarga saya. Resiko tinggal berjauhan pulau dan dipisahkan oleh samudera lautan yang luas membuat kami saling mendoakan satu sama lain. Dengan kekuatan doa itulah kami saling mengasihi dan saling menguatkan kami.

            Diluar dugaan status facebook saya yang memuat berita dari BMKG Jakarta, dibagikan lebih dari 150 pengguna facebook. Dalam berita di facebook tersebut saya muat juga korban yang telah tersebar di media social kiriman dari teman guru. Merasa bahwa facebook saya memberikan informasi yang akurat, dan dilengkapi dengan gambar serta video juga. Membuat banyak teman dan sahabat saya meminta ijin untuk share.

            Karena berita di facebook memuat website BMKG Jakarta serta prediksi yang akan terjadi pada suatu daerah. Maka sayapun pada tanggal 4 April 2021 ketika cuaca mulai tidak bersahabat, hujan dan angin bertubi-tubi sepanjang hari. Saya membuka website BMKG untuk melihat apa yang terjadi nanti pada tanggal 05 April 2021. Setelah saya membacanya, betapa terkejutnya saya, bahwa angin yang akan datang di kota Kupang akan berkecepatan di atas 85 km/jam. Angin dalam prediksi BMKG itu akan melewati Pulau Rote, Sabu, dan Kota Kupang. Terlebih dahulu singgah di Pulau Sumba Timur baru berjalan menuju Pulau Sabu, Pulau Timor, dan Pulau Rote Ndao.

Sore itu saya sempat berkomunikasi dengan mantan murid saya Dortia Lely, S.Pd yang menjadi guru Bahasa Inggris pada SMP Negeri 6 Nekamese. Kami berkomunikasi melalui WA tentang bahaya cuaca saat ini, beliau membagikan video jembatan Benenain yang roboh dan banjir di Bendungan Boni. Dalam komunikasi tersebut saya sampaikan kepada Dortia Leli, prediksi BMKG di halaman facebook Bunda itu hujan angin, dan badai sampai tanggal 9 April 2021. “Besok tanggal 05 April gelombang laut akan naik, giliran Bunda akan mengungsi nih”. Dortia yang memang sudah tahu rumah, langsung membalasnya : “Iya Bunda dong dekat pantai, dan angin badai serta pohon banyak”. Lalu saya balas, “Kapal Nelayan belum sempat diangkat ke darat sudah pecah dihantam ombak”.

Dortia Leli membalasnya, “Aduh Bunda mengungsi sudah, takut kalau gejala Tsunami”. Saya balas lagi, “Keadaan air laut belum sampai ke jalan raya, hanya di pesisir pantai saja. Bunda mau mengungsi kemana coba?... Kalau sudah terkena bencana, rumah sudah kena tsunami, baru Bunda bisa pindah ke Besmarak. Ada rumah dinas di sana. Lalu saya kirim emote dengan senyum yang indah. Lanjut dengan kalimat “Semoga aman-aman saja. Hanya angin ini yang ngeri sekali”. 

Dortia Leli membalasnya, “Aduuuh Bundaaa, itu sudah angin kencang di mana-mana kita berdoa yang terbaik saja Bunda”. WA Dortia saya balas, “Bunda tak punya rumah lagi, rumah hanya satu di Namosain itu saja”.

Hampir tengah malam, Fitriani Khalifatul Ilmi Alauddin anak sulung saya yang tinggal di Makasar Sulawesi Selatan mengirim WA ke group keluarga : “Mohon perhatian teman-teman semua sekitar pukul 2 dini hari nanti kemungkinan akan terjadi anomali pergerakan titik badai yang semula di prediksi bergerak menuju arah selatan ke Samudera Hindia sepertinya akan bergerak cepat memasuki Laut Sawu (Antara Pulau Sabu dan Rote). Dampak angin kencang tersebut sampai di kota Kupang bisa mencapai 26 Knot mulai pukul 11 malam nanti. Pergerakan pusat badai masih akan dipantau terus kekuatan dan arahnya, dan akan mencapai puncaknya pada pukul 01.00 s.d 03.00 WITA dini hari. Terima kasih”.

Kejadian Angin dahsyat tersebut sungguh diluar dugaan kita semuanya, dan ini pengalaman saya pertama mendapatkan badai angin dan hujan yang cukup panjang. Dari siang hari hingga sekitar pukul 11.00 WITA hingga pukul 09.00 WITA esok harinya. Puncak rasa takut kami terjadi selepas pukul 00.00 hingga pukul 04.30 WITA. Intensitas angin tersebut terus menerus dan hampir tiada henti. Menurut informasi bahwa kecepatan angin itu 110 km/jam, pantaslah suara gemuruhnya benar-benar membuat jantung saya terasa mau terlepas dari tempatnya.

Siapapun yang mengalami kejadian badai angin dan hujan bertubi-tubi pada tanggal 5 April 2021 dan tepat pukul 00.00 s.d 04.35 WITA badai angin itu menjadi angin dengan putaran 110 km/jam pukul 02.00 s.d 03.00 WITA pasti merasakan ketakutan yang luar biasa. Saya pribadi sering mendapatkan angin kencang tetapi hanya sesaat saja. Tidak seperti kejadian malam itu. Angin itu sungguh dahsyat putaran dan kecepatannya lalu berulang selama 4,5 jam lamanya.

Menghadapi puncak angin yang ganas ini, saya gunakan sepanjang malam itu berdzikir, sholat tahajud dan membaca Al-Qur’an. Berhenti sesaat pukul 03.35 saya makan sahur untuk puasa sunah hari Senin, dan bercerita dengan anak-anak menjelang subuh. Sepanjang malam itu saya ikhlaskan diri untuk menghadap Allah dengan cara diombang-ambingkan oleh Badai Angin Siklon Tropis Seroja yang luar biasa dahsyatnya. Suara gemuruh dan mencekam sangat terasa sekali malam itu.

Pada malam sebelum jaringan internet tiada, saya masih sempat membagikan rasa cemas saya ke facebook, Angin bertiup kencang dan menakutkan bagi kami, dengan alamat ini : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3994279267305773&id=100001712161927

Lalu saya ambil wudhu, sholat sunah wudhu, sholat taubat, dan dzikir. Ketika saya sedang berdzikir tersebut saya mendengar angin bergemuruh bertubi-tubi serta bunyi yang menakutkan sekali. Wuussszzz…. Wuuusszzzz… Wuuuszzzz…. Wusszzz prak,, wusszzz prang… wusszzz gedebug…. Wuussszzz… Wussszzz…. Wusszzz…. Malam itu begitu mencekam sekali. Wuuusss grubyak, Wuussszzz grubyak, Wuuussszz… Wuuzzzz…. Wuuzzzz… Wuuzzzz… WWuuuuzzzzz… Wuuuuzzzzzz…. (Kata teman tata usaha pak Erens Nomleni, saya baru mendengar angin ada suaranya dan menyeramkan sekali ketika tanggal 5 April dini hari itu, di ruang piket SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang).

Ketika suara angin sangat kencang saya dikejutkan dengan jendela kamar saya, grubyak, prakk, lalu praang… saya lihat korden di sertai air hujan masuk, saya berpikir ini tsunami. Saya berdiri dan mengamati sekeliling saya. Ketika saya berdiri saya amati apa yang terjadi?... Rupanya ada seng dari atap tempat kerja suami terbang menabrak jendela kamar saya. Nako kaca pecah terlempar keluar bersama seng yang terbang menabrak jendela kamar. Sehingga angin masuk dan korden tertiup angin dengan disertai air hujan masuk ke kamar, membasahi spring bad serta kamar tergenang air. Saya masih di atas sajadah panjang saya, tertegun. Kaget, takut, semua menjadi satu!.

Tiba-tiba seakan bumi bergerak dan saya terasa terangkat, angin berikutnya lewat wuuussszzzz, krumpyang… krumpyang… boommm… seperti bom meledak jatuh ke tanah. Rupanya angin ini membawa atap seng baja ringan, milik Haji Wahab orang Bugis Sulawesi Selatan, dan orang terkaya di kampung saya. Atap rumah itu besar seukuran rumah permanen ukuran 7 X 9 meter, dan berpindah ke sungai kecil menuju laut, bersamaan dengan atap rumah saya tepat di kamar utama terangkat serta dibawah angin terbang. Malam itu kamar saya mulai bocor dari atas air masuk dari atas atap yang telah tercabut dari tempatnya.

Reflek tanpa sadar, saya ambil HP. Lalu saya abadikan semua kejadian yang mencekam itu dalam HP saya sambil berdzikir. Rupanya Badai Angin Siklon Tropis Seroja yang sangat ganas itu membawa terbang atap tempat tinggal kami bertubi-tubi. Dari tempat usaha suami, kamar saya, lalu kamar anak bungsu saya serta gudang menyimpan alat-alat kerja milik perusahaan sahabat suami saya CV. Central Jalan Ngagel Surabaya. Semua terbang terbawa siklon tropis yang sudah menjadi Badai Angin Siklon Tropis Seroja dan berkunjung ke kota Kupang NTT, lalu singgah di atas atap rumah saya. Mengajak terbang seng atap rumah saya, gudang dan tempat kerja suami.  https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3999234303476936&id=100001712161927

Kejadian itu begitu cepat, tetapi tidak lantas berhenti, Badai Angin Siklon Tropis Seroja masih terus bergemuruh hingga pagi. Setelah selesai kejadian tersebut, anak laki-laki masuk kamar dengan terburu-buru. “Mama berhenti dulu sholatnya saya perbaiki dulu kaca yang pecah, supaya air tak masuk kamar”. Saya hentikan dzikir saya, posisi tetap di atas sajadah panjang. Saya tanyakan posisi suami ada dimana kepada anak saya.

Serentak mereka menjawab, Bapak ada diluar mau perbaiki seng gudang Maa. Spontan saya berlari keluar kamar, dan meminta kepada suami untuk berhenti memperhatikan barang-barang dalam gudang dan tempat kerjanya. Ambil wudhu dan sholat serta perbanyak dzikir. STOP urus barang dan harta benda kita. Fokus dzikir dan perbanyak istigfar !!!. Suami masih sempat membalas, “Ini barang bukan milik kita Maa, ini miliknya Ibu Karomah”.

Ibu Karomah itu pemilik CV Central yang mempercayakan semua pekerjaan di Kupang NTT (Toko Alfa Mart), bagian iklan pasang baliho dan neon box serta tiang Toko Alfa Mart se Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Pengerjaannya dipercayakan kepada suami saya. Sementara pekerjaan tetap suami saya adalah pengusaha dan Direktur CV Bumi Cendana dengan produksi sepatu dan meubeler membuat spring bed, sofa, jok motor, jok mobil, serta tas, dompet dari kain tenun. Selain itu suami memiliki keterampilan memasang jaringan listrik serta memperbaiki mesin motor perahu, sepeda motor, dan sedikit mengerti mesin mobil.

CV Bumi Cendana juga menjalankan bisnis pengadaan barang untuk dunia pendidikan di NTT. Alhamdulillah, di tengah badai korona pekerjaan suami saya tiada henti. Allah memberikan keberkahan dari seluruh penjuru untuk keluarga kami. Ketika order pekerjaan CV Bumi Cendana sepi, tiada pesanan lagi akibat covid-19 dan nyaris berhenti!. CV Central milik Ibu Karomah memberikan pekerjaan yang menjanjikan untuk kelangsungan hidup keluarga saya.

Karena amanah itulah yang tetap dijaga suami saya, beliau sangat peduli dan perhatian untuk menjaga dan merawatnya dengan baik. Hingga tak menghiraukan nyawa sebagai taruhannya. Akhirnya malam itu diputuskan mengambil barang-barang berharga mesin las, gurinda besar, brankas alat-alat pertukangan elektronik dan listrik, serta barang berharga yang penting untuk diamankan dalam rumah di ruang tamu kami. Suami dan anak-anak tetap di ruang tamu, saya bergabung dengan mereka sambil dzikir dan menjaga barang-barang berharga alat kerja CV. Central Surabaya. 

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
وَلَاحَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

Latin ;

hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man nashiir,
Wa laa haula wa laa quwwara illaa billahil ‘aliyyil adziim

Artinya ; Cukuplah Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.
Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung
,

Sementara alat kerja CV Bumi Cendana dan ruangannya sendiri dibiarkan diguyur hujan angin bertubi-tubi. Saya tahu ini, sehari setelah kejadian barang-barang pekerjaan suami basah semuanya. Ruang kerjanya tergenang air hujan, sebab atap seng juga terangkat. Atap seng rumah kami menyambung dari ruang tamu, ruang kamar kami, dan ruang kerja suami di bekalang. Terangkatnya juga menyambung satu deretan.

Sejak kejadian itu jaringan internet tidak ada. Lengkaplah sudah penderitaan kami sekeluarga hari itu. Atap terangkat dan terbawa Badai Angin Siklon Tropis Seroja, rumah bocor, PLN padam, jaringan internet tak ada, jetset kami rusak. Malam yang mencekam dan gelap gulita disertai Badai Angin Siklon Seroja yang berputar di sekeliling kami dan berputar-putar tiada henti dengan suara gemuruh yang sangat mencekam bagi kami sekeluarga.

Kejadian lucu yang bisa menjadi hiburan ketika malam mencekam itu adalah anak ke-4 saya Muhammad Iqbal Alauddin. Iqbal alumni Madrasah Aliyah Pondok Pesantren At Tauhid pimpinan Kyai Mansyur Jalan Jagir Sidoresmo Surabaya. Malam itu, ketika Badai Siklon Tropis Seroja menerjang kota Kupang bertubi-tubi dan agak reda di pukul 03.35 dini hari.

Iqbal mulai bercerita kepada Bapaknya juga teman-temannya yang tetap berada di rumah kami. Malam itu, Iqbal bersama teman-teman bermainnya ke pantai. Karena rumah kami dekat pantai, anak-anak begitu bersahabat dengan pantai. Hingga keadaan angin yang sudah kencang sejak sore tersebut tidak menyurutkan niatnya main ke pantai. Iqbal bercerita kepada Bapaknya juga teman-temannya yang malam itu menunggu di ruang tamu bersama barang milik CV. Central.

Ceritanya begini, malam itu Iqbal mau ke pantai ingin melihat wujud angin Badai Siklon Tropis Seroja itu seperti apa?. Ternyata angin Badai Siklon Tropis Seroja itu benar ada wujudnya seperti di prediksi BMKG yang mama kirim di WA kita. “Angin Badai itu muter-muter kencang sekali, tetapi jalannya angin itu tidak lurus bapak, dia berbelok-belok zig-zag. Dengan suara wuzz.. wuuzz.. wuuuzzz….”. Pas angin itu dekat pada kami, semua bingung, Jamal peluk tiang listrik kuat-kuat, saya dan kawan-kawan tiarap. Kita takut sekali ketika itu Bapak.

Pas Anginnya sudah lewat, kami pecah tertawa terbahak-bahak. Menurut mereka itu kejadian yang lucu!. Lalu saya tanya, “Kemana anginnya pergi?”. Kami semua melihat angin itu jalannya zig-zag dan muter Maa, menuju ke atas (ke sini, maksudnya menuju ke rumah kami). Wuiih ganas Maa, dia angkat pohon sama akar-akarnya dan dijatuhkan sembarang saja. Kami lari pulang, dan angin itu semakin kencang datang bertubi-tubi sampai sekarang ini Maa. Ketika itu sudah lewat pukul 04.00, sudah menjelang adzan subuh. Badai Siklon Seroja sudah berkurang gerakannya.

Ketika mereka berhenti bercerita, saya menasehati Iqbal, “Bahwa itu tidak baik. Kalau ada yang celaka pada kejadian tadi, bagaimana kita malam ini?...”. Lalu dijawab Iqbal, “Mama itu begitu, makanya saya tidak suka cerita sama Mama itu. Semua-semua tidak baik”. Saya sebagai orang tua, langsung diam tak menyambung lagi. Tapi kejadian malam itu menurut saya positif juga, menjadikan anak tahu bentuk angin itu berputar-putar seperti pada ramalan BMKG yang saya bagikan ke group WA Keluarga kami.

Saya kurang setuju karena dilakukan pada saat genting dan sangat berbahaya. Sebagai guru saya merasa ini adalah bagian dari rasa ingin tahu anak saya terhadap apa yang dibaca dalam media bahwa Badai Siklon Seroja itu memang benar ada. Sesuai yang anak kami baca dalam WA Keluarga yang saya bagikan malam itu.

“Bahwa pada pukul 01.00 WIB atau 02.00 WITA nanti Bibit Siklon Tropis 99S di perairan NTT diprediksi akan tumbuh menjadi “Badai Siklon Tropis Seroja”. Mohon untuk meningkatkan kewaspadaan kejadian cuaca ekstrem (hujan lebat dan angin kencang). 2 - 3 jam lagi bibit cuaca ekstrim akan berkembang menjadi Siklon, estimasi jam 1 dini hari WIB. BMKG lagi konferensi pers sekarang. Belum pernah BMKG konpers jam 23.00 WIB. Kira-kira jam 2 dini hari Badai berada di Selatan Rote, dan Barat Waingapu NTT. Tepat pukul 01.00 akan lahir siklon tropis, namanya SEROJA. Setelah itu menjauhi Indonesia, estimasi kecepatan putaran siklon 85 km/jam. Diminta jangan tidur!”.

Pada kenyataannya Badai Angin Siklon Tropis Seroja berada di kota Kupang berkisar pukul 02.10 hingga pukul 03.00 dini hari dengan kecepatan 110 km/jam. Malam itu kami bagaikan malam yang sangat mencekam sekali. Dunia bagaikan akan berakhir, sebab angin yang berhembus begitu kencang sekali, dan bunyinya sangat mencekam kami. Wuuuszzz… Wuuszz… Wuusszzzz… Wuuusszzz. Ketika angin itu menyambar pohon dan rubuh gedebug, bum.. bum.. buummm lalu BRAK. Wuussszzz… Wuuuszzzz… Wuuusszzz, krak.. krak… kriuutt… dan braakkk. Ngeri sekali !!!.

Badai Angin Siklon Tropis Seroja itu masuk ke kamar saya dengan cara yang ajaib, dan suara gemuruhnya seperti baling-baling helikopter akan terbang. Sehingga saya benar-benar tahu kedahsyatan angin ini ketika pagi harinya saya berkeliling di sekitar rumah saya. Ada banyak tetangga saya yang atap rumahnya terangkat semuanya. Ada yang rumahnya tertimbun pohon yang besar. Ada pohon tercabut dari akarnya dan berpindah tempat dari asalnya. Ada tiang lampu jalan yang melintir besinya. Kabel telepon dan kabel listrik yang berserakan di jalan raya. Pohon tumbang menutup jalan raya, perahu pecah dihantam ombak. Sungai meluap ke jalan raya dan banjir dimana-mana, air laut meluap dan diterjang gelombang hingga 6 meter.

Semua itu terjadi bukan hanya di sekeliling rumah saya yang berdekatan dengan pantai, tetapi sepanjang jalan dari Namosain hingga ke Desa Besmarak Kabupaten Kupang yang berjarak 24,5 km. Dampak dari Badai Siklon Tropis Seroja ini jika boleh saya sampaikan hampir seluruh Nusa Tenggara Timur. Badai Siklon Tropis Seroja bertamu ke NTT pada waktu dini hari dan mengobrak abrik tatanan yang telah ada menjadi hancur berantakan.

Bahkan kapal terbesar yang dimiliki ASDP NTT bernama Fery Jatra 1 dengan bobot 3.871 Gross Tron-nage (GT), panjang 88,9 meter, lebar 15,6 meter, tinggi cardeck 4 meter, mampu mengangkut 770 penumpang, 100 unit sepeda motor, dan 84 unit roda empat. yang baru dioperasikan pada tanggal 10 Maret 2021 itu tenggelam di Dermaga Pelabuhan Bolok Kupang NTT, Senin (5/4). Kapal milik ASDP ini tenggelam karena diterjang gelombang tinggi yang mengakibatkan badan kapal terbentur dermaga dan bocor.

“Air laut masuk menyebabkan posisi kapal miring lalu tenggelam,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin kepada wartawan, Selasa (6/4). Sumber berita POS KUPANG Rabu 7 April 2021. Nomor 119/Tahun XXIX pada halaman 10 Kupang Regency.

Saya bersyukur, bahwa dalam keluarga kami tetap utuh, tidak ada sedikitpun yang terluka dan tergores. Hanya rumah kami bagian atap terbawa angin, hingga kini hanya bagian kamar utama yang baru kami pasang atap seng. Agar kami bisa istirahat dengan baik, meskipun bagian plafonnya belum bisa kami perbaiki. Ramalan BMKG sangat tepat dan akurat, tetapi sebagai manusia beriman kita tetap percaya bahwa semua itu di gerakan Allah denga kuasa-Nya. Alhamdulillah Allah telah memberikan pelajaran berharga pada kejadian malam itu bersama Badai Siklon Tropis Seroja. Allahu Akbar, bahwa Allah Maha Besar !!!.

Kenangan Badai Siklon Tropis Seroja dalam video ini akan menjadi refleksi bagi kami hamba Allah yang lemah, semoga menjadi koreksi untuk kita semuanya. Aamiin...

 


 

 

 


Komentar

  1. Semngt ibu..smga doa keselmtn kita terkbulkn

    BalasHapus
  2. Subhanallah walhamdulillah wala ilaahaillaallah wallahu akbar, semoga saudara-suadara di NTT senantiasa diberi keselamatan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini.

    BalasHapus
  3. الله اكبر الله اكبر الله اكبر
    ولاحول ولا قوة الا بالله

    BalasHapus
  4. Semoga tidak terjadi di tempat lain dan korbannya tdk banyak.

    BalasHapus
  5. Pertolongan Allah SWT pasti datang, semangat Bunda dan salam sehat, kuat untuk saudara saudara di NTT.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...
      Salam balik dari kami sekeluarga di Kupang - NTT.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

SUAMI DAN KERIDHOANNYA (K.H. Maimun Zubair)

NGE-BLOG itu KEREN