BUKU WIT 2020 YANG MEMBAWA KEBERKAHAN BAGIKU

 TAKDIR BUKU WIT 2020 MENJADIKAN AKU SELEBRITIS TOP DUNIA


Cover Buku WIT 2020 dan ISBN-nya


ISBN : 978 - 602 - 457 - 762 - 9

            Ha ha ha . . . judul yang spektakuler, tapi jujur ya, buku WIT 2020 mendadak membuat aku banyak pekerjaan mengirimkan buku ke penjuru dan pelosok desa di Indonesia. Ketika semua orang sibuk dengan covid-19, aku bersibuk ria dengan menulis, dan sibuk merayu orang untuk mau menulis pasti menjadi buku. Kadang muka aku saya buat tebal, setebal tembok Berlin. Agar orang mau menulis buku, seperti orang hebat saja, aku promosikan diriku jaminan atas buku itu. ha ha ha . . . . wkwkwkwkwk....

              Eee... tapi ternyata ucapan positif itu membawa dampak positif juga bagi diri kita lhooo. Maka, berkatalah yang baik-baik saja, agar hidupmu juga penuh kebaikan. Ini bukan kata Kyai, atau Ustadz lhoo... Tetapi ini kata saya, ibu guru cantik guru inspirasi Nusa Tenggara Timur. Bunda Lilis Sutikno. Berkat kata-kata baik saya dalam facebook, juga blog, dan buku saya. Terbitlah banyak buku yang Alhamdulillah laris manis bak kacang goreng buku yang lewat dalam facebook saya, atau blog saya dan di share kemana-mana. 

        Buku itu ibaratnya lagu dari Mbah Surip, "Tak gendong kemana-mana". Maka buku saya tak gendong kemana-mana juga di dunia maya. Alhamdulillah, buku WIT saya sandingkan dengan karya buku yang lainnya benar-benar laris bak kacang goreng. Gurih, renyah, dan mak nyuusss uangnya masuk ke rekening BCA saya bertubi-tubi banyaknya, berulang-ulang masuknya. Hingga nikmat terasa ketika menerima uang hasil menjual buku itu membuat aku tersenyum malu-malu, tapi mau !!!.

           Yaa... mau cetak lagi, dan lagi... benar-benar NTT bangetz, Nikmat Tiada Tara. ha ha ha . . . Buku itu terjual begitu banyak, dengan cara menjual sistem PAHE (Pahet Hemat). Saya menjualnya ada 2 PAHE. Caranya saya paketkan dengan karya buku yang lainnya. Seperti di bawah ini. Ada Paket Hemat Rp. 200.000,- (Dua Ratus Ribu Rupiah), dan ada juga Paket Hemat seharga Rp. 315.000,- (Tiga Ratus Lima Belas Ribu Rupiah), belum termasuk ongkos kirimnya.


  Paket Buku Seharga Rp. 200.000,- (Belum termasuk ongkos kirim).
PAHE membeli buku terlaris saat ini, sehari bisa mengirim sampai 9 PAHE.
Kedepan aku benar-benar akan menjadi selebritis TOP DUNIA dalam menulis buku dan menjual buku. Mimpi yang akan menjadi kenyataan dalam hidupku segera terwujud nyata.


PAHE (Paket Hemat) Buku Seharga Rp. 315.000,- (Belum termasuk ongkos kirim)

Sebenarnya daya tarik dari buku-buku yang saya PAHE adalah Buku WIT 2020. Alhamdulillah, buku WIT 2020 membuka pintu keberkahan bagi saya juga para penulis pemula untuk berkarya lebih baik dan lebih luas lagi. Maka Nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan Lilis???....


Sekilas info tulisan saya dalam buku WIT 2020 adalah sebagai berikut :


EMPATI

 Dra. Lilis Ika Herpianti Sutikno, S.H


            Empati kata yang terdiri dari enam huruf ini merubah cara pandang dan gaya saya dalam mengajar peserta didik saya di SMP Negeri 2 Nekamese Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Cara pandang yang keliru bertahun-tahun mendadak berubah total sejak saya mengikuti kegiatan Wardah Inspiring Teacher (WIT) 2020, yang di selenggarakan oleh PT. Paragon Technology and Innovation.

            Dari penelusuran yang terdapat pada laman https://www.paragon-innovation.com/ dan diunduh pada tanggal 12 januari 2021, pukul 11.59 WITA. Perusahaan yang berdiri sejak 1985 ini telah mendapatkan sertifikat GMP (Good Manufacturing Practice). Dengan pengalaman lebih dari 32 tahun, Paragon telah diakui sebagai salah satu perusahaan manufaktur kosmetik nasional terbesar di Indonesia dan telah diperhitungkan dalam taraf internasional dalam menciptakan brand-brand unggulan seperti Wardah, Make Over, Emina, IX, dan Putri.

Sebagai perusahaan kosmetik asli Indonesia dengan tingkat pertumbuhan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan industri per tahun, kini Paragon telah memiliki lebih dari 7500 karyawan terbaik di bidangnya di seluruh Indonesia yang dipercayakan untuk memproduksi lebih dari 95 juta produk personal care dan make up setiap tahunnya.

Pada tahun 2016, Paragon mendirikan perusahaan logistik bernama PT Parama Global Inspira yang fokus menangani pendistribusian produk ke para konsumen. Dengan kemajuan perusahaan yang begitu pesat, PT. Paragon tidak egois untuk meraup keuntungan pribadi. Dengan ketulusan hati yang luar biasa Paragon memberikan pelatihan bagi guru yang dikemas dalam lomba bagi guru se Nusantara.

Dengan slogan “Wardah Inspiring Teacher”. Apresiasi Wardah untuk Para Guru Indonesia, yang bersumber dari : https://www.paragon-innovation.com/news/detail/wardah-inspiring-teacher-apresiasi-wardah-untuk-para-guru-indonesia Diunduh pada tanggal 12 Januari 2020, pukul 11.50 WITA. Saya dapatkan keterangan bahwa, “Apresiasi istimewa dari Wardah untuk para pahlawan tanpa tanda jasa”, itu adalah bagian dari pengabdian perusahaan besar ini atas jasa guru di Indonesia. Sungguh luar biasa ide dari para pendiri perusahaan tersebut, kebaikan yang dilakukan telah kembali kepada perusahaan berupa keuntungan yang berlipat-lipat.

Wardah yang merupakan brand kecantikan terkemuka di Indonesia terus berkomitmen untuk menebarkan inspirasi kebaikan yang positif bagi masyarakat sebagai perwujudan dari salah satu pilar utamanya yaitu Inspiring Beauty. Bidang pendidikan menjadi salah satu fokus Wardah dalam menggerakkan berbagai kegiatan positif di masyarakat. “Wardah Inspiring Teacher adalah bentuk apresiasi Wardah untuk para guru di Indonesia. Bagi Wardah, meningkatkan kualitas pendidikan generasi mendatang adalah salah satu cara untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia.

Hal ini bisa dicapai di antaranya dengan lebih mengapresiasi peran guru sebagai pejuang yang mendidik dan mencerdaskan generasi penerus bangsa,” ujar Salman Subakat, Chief Marketing Officer. Pada tahun 2020, Wardah Inspiring Teacher berbeda pelaksanaannya dengan tahun sebelumnya. Hal ini karena musim pandemi covid-19 yang melanda dunia, tetapi hal itu tidak mengurangi maknanya dalam pembelajaran kepada para guru se Indonesia.

Termasuk saya yang bisa lolos menjadi pesertanya hingga babak akhir, meskipun tak masuk nominasi pada tingkat akhir, karena dalam keadaan sakit. Tetapi naluri saya sebagai inspirator terus berkobar dalam dada saya, hingga terlahirlah tulisan dalam buku ini.

Alhamdulillah dengan terpilihnya saya sebagai peserta dalam kegiatan Wardah Inspiring Teacher 2020 membuat andrenalin dalam tubuh saya naik turun volumenya (Adrenalin adalah hormon yang dihasilkan tubuh saat menghadapi situasi berbahaya atau ketika sedang stress).

Salah satu tugas dari Wardah yang harus dikerjakan dan dikumpulkan tepat waktu, sementara pekerjaan kita sebagai guru juga menumpuk.

Mengapa saya bisa stress?, mengapa adrenalin saya bisa naik turun volumenya?. Hal itu karena saya ingin menyelesaikan semua babak dalam Wardah Inspiring Teacher 2020 dengan segera dan tepat waktu serta sempurna, bersamaan dengan menumpuknya tugas sebagai guru di SMP Negeri 2 Nekamese, Desa Besmarak Kabupaten Kupang NTT. Bersamaan saya mewujudkan mimpi saya menjadi pelopor penulis dengan slogan : “Menulis semudah ceplok telur”, saya ingin membuktikan kepada dunia bahwa menulis itu memang semudah ceplok telur!.

Satu dayung dua atau tiga pulau terlampaui, saya melakukan kegiatan Wardah Inspiring Teacher 2020 dengan 4 kegiatan sekali dayung. Tugas pokok sebagai ASN Guru PPKn SMP Negeri 2 Nekamese, menjadi pelopor dan pencetus ide KELAS WAG MBI (Kelas WhatsApp Group Menulis Buku Inspirasi). Menulis pasti menjadi buku ber-ISBN bersama pecinta literasi Nusantara yang saya kenal lewat facebook saya Lilis Sutikno (Mbak Pipin). Bercita-cita untuk menyelesaikan semua tugas dari Wardah Inspiring Teacher dengan baik dan tepat waktu, serta menyiapkan DUPAK untuk naik pangkat ke IV/c.

Pikiran yang bercabang-cabang itulah membuat saya drop dan sakit, saya memutuskan focus pada 2 kegiatan yang mendesak. Tugas pokok sebagai ASN di akhir semester, menyiapkan penilaian akhir semester, hingga menulis raport peserta didik, dan menyelesaikan buku “Hadiah Untuk Bundaku Jilid 1 dan 2. 


Buku Bundaku Jilid 1


Buku Bundaku Jilid 2

Buku Bundaku Jilid 1 dan 2 karya peserta belajar menulis pasti menjadi buku ber-ISBN dalam komunitas KELAS WAG MBI


Buku bundaku rencananya akan diberikan kepada para ibu dari peserta belajar menulis dalam KELAS WAG MBI pada hari Ibu 22 Desember 2020. Dari keempat rencana diawal yang terealisasi dengan baik hanya 2 kegiatan saja dan belum sempurna, atau 50% berhasil saya selesaikan dengan baik, dan 50% gagal, kegagalan dalam menyelesaikan tugas-tugas dari Wardah Inspiring Teacher 2020 membuat saya merasa bersalah.

Untuk menebus kesalahan itu dengan memberikan motivasi kepada para alumni Wardah Inspiring Teacher 2020 untuk menulis buku bersama tentang kisah kita selama mengikuti kegiatan yang di sponsori Wardah Cosmetik untuk para guru. Alhamdulillah, buku ini bisa terwujud dengan semangat yang luar biasa dari teman-teman seluruh Indonesia.

Langkah seribu diawali dari langkah pertama, untuk mewujudkan mimpi menulis buku bersama teman-teman alumni Wardah Inspiring Teacher 2020, saya mengajak narasumber dalam KELAS WAG MBI Pak Sahat Serasi Naibaho, S.Si.,Gr. Sebagai editor buku kami, beberapa hari sebelum memulai belajar menulis, saya menjelaskan tekniknya kepada Pak Sahat. Pas hari dimana kami akan mulai belajar, Pak Sahat menuliskan pengalamannya dalam facebook yang dibagikan kepada saya dengan kalimat sebagai berikut, “Malam hari ini merupakan malam yang luar biasa bagi saya, berada bersama-sama dengan 22 guru inspiratif se-Indonesia. Ya, mereka adalah guru-guru hebat yang mengikuti Program "Wardah Inspiring Teacher (WIT) tahun 2020".

Flyer Pak Sahat dalam Facebook yang dibagikan kepada saya pada tanggal, 12 Januari 2021


        Sebagai guru senior dan instruktur provinsi NTT juga narasumber literasi daerah perbatasan saya merasakan banyak manfaat yang didapat dari PT Parama Global Inspira. Manfaat pertama adalah tentang bagaimana sebagai seorang guru professional saya harus mengedepankan “Empati” dalam proses belajar peserta didik saya. Hal ini ketika saya praktekkan langsung dalam tugas saya sebagai guru desa, sungguh luar biasa dampaknya terhadap tanggung jawab peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.

Empati adalah kemampuan untuk memahami apa yang dirasakan orang lain, melihat dari sudut pandang orang tersebut, dan juga membayangkan diri sendiri berada pada posisi orang tersebut. Hal ini berdampak sangat dalam terhadap emosi jiwa saya, ketika dihadapkan pada keadaan dan kondisi seperti saat ini, dimana para peserta didik saya yang sulit untuk menyesuaikan diri dengan situasi pandemi covid-19.

Dimana pembelajaran yang awalnya melalui tatap muka, bisa melihat guru langsung, dan tiba-tiba harus berhadapan dengan kertas-kertas yang berisi tugas-tugas dari semua guru membuat peserta didik kaget dan tidak siap. Dengan berempati kepada mereka saya dapat memainkan peran penting dalam membangun dan menjaga hubungan antara saya sebagai guru dan peserta didik sebagai anak saya sendiri.

Dampak dari rasa empati ini memunculkan semangat yang luar biasa pada diri peserta didik saya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Meskipun terlambat menyelesaikan tugas-tugasnya dan ada banyak kendala bagi peserta didik, juga ada beberapa soal yang dikerjakan salah, sebagai guru saya sangat menghargai kerja keras tersebut.

Saya berusaha memahami keadaan dan kondisi peserta didik yang tinggal bersama nenek yang sudah janda dan buta aksara, sementara kehidupan nenek ditanggung oleh pamannya yang menjadi sopir angkutan umum desa. Kedua orang tua tinggal di pulau yang berbeda meskipun berada dalam wilayah provinsi yang sama. Menjadikan peserta didik saya mengalami banyak hal yang harus dilaluinya seorang diri.

Sebagai gurunya saya dapat membaca dari gesturnya (Gestur adalah suatu bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang terlihat mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu, baik sebagai pengganti bicara atau bersamaan dan paralel dengan kata-kata. Gestur mengikutkan pergerakan dari tangan, wajah, atau bagian lain dari tubuh. Red). Ketika saya berkunjung ke tempat belajar kelompoknya, saya tidak dapati peserta didik tersebut. Maka saya harus datang berkunjung kerumah peserta didik, yang ternyata ia tinggal bertiga dengan paman dan neneknya. Saya dapati keadaan yang sangat memprihatinkan dalam kehidupan peserta didik saya di desa.  

Dengan kelembutan hati seorang ibu, saya berusaha untuk mendekat dan berbicara dari hati ke hati sehingga muncullah semangat dalam dirinya untuk belajar, intinya peserta didik saya mau belajar dan mengejar ketertinggalannya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dalam mata pelajaran PPKn, juga mata pelajaran yang lainnya. Tampak pada gambar dibawa ini bagaimana saya sebagai guru desa, harus berempati kepada peserta didik saya mengalami hal seperti saya cerita di atas.

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Gambar 4

Keterangan Gambar :

Salah satu murid yang orang tuanya tinggal di Kabupaten Rote Ndao. Muridku tinggal bersama Neneknya di Kabupaten Kupang (Gambar 2 & 3), inilah pekerjaan anak desa, yang rata-rata menjadi peternak sapi bagi keluarganya. Gambar di atas murid kelas VIII sedang memberikan makan sapi milik Pamannya yang dipanggil OM (Gambar 1). Pada gambar 4, saya sedang mengajar di Rumah Bapak Jonh Sakau. Kelompok Wilayah Gang Baru Desa Tunfeu, Kelas VII, materi “Perumusan dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara”. (Dokumentasi Pribadi ketika keliling dari desa ke desa musim pandemi covid – 19, sebagai laporan tugas BDR, guru keliling dari desa ke desa memberikan pelajaran dari rumah ke rumah dan memberikan tugas mandiri, pada tanggal 27 Juli 2020).


Manfaat kedua yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah bagaimana saya menjadi cantik secara fisik oleh polesan make up Wardah. Jujur, saya belum pernah bersentuhan dengan make up wardah selama hidup saya yang setengah abad ini. Ketika saya menjadi salah satu peserta Wardah Inspiring Teacher 2020, barulah saya merasa harus mensuport produk yang sudah memberikan saya ilmu dan kiat-kiat menjadi guru professional sejati.

Sungguh benar firman Allah dalam Al-Qur’an, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra' ayat 7). Sebagai seorang muslimah, ketika ada seseorang berbuat baik kepada saya secara naluri saya ingin membalas budi baiknya itu. Meskipun itu hal yang tak mungkin saya lakukan, sebab kebaikan seseorang kepada kita tak dapat dibalas dengan yang kita miliki.

Seberapapun yang saya berikan kepada PT. Paragon Technology and Innovation dan PT Parama Global Inspira, tidak ada nilainya dibandingkan yang telah perusahaan lakukan untuk saya dan teman-teman guru dari pelosok negeri ini. Apalah artinya yang sedikit saya dan teman-teman abadikan dalam buku ini dibandingkan dengan yang telah perusahaan lakukan kepada kami guru alumni Wardah Inspiring Teacher 2020.

Hari itu saya mendapatkan sedikit rejeki, saya pergi ke toko agen kosmetik terkenal di kota Kupang-NTT. Saya sudah berlangganan lama pada toko tersebut, sehingga dengan pemilik toko sangat bersahabat. Pagi itu saya mendatangi counter Wardah, saya lihat-lihat produknya dan bertanya keunggulan produknya serta minta penjelasan kepada pegawai atau konsultan kecantikan dari PT Parama Global Inspira perusahaan logistik yang didirikan Paragon pada tahun 2006 khusus menangani pendistribusian produk ke para konsumen.

Dari konsultan tersebut saya mendapatkan ilmu tentang perawatan muka praktis dan sederhana serta kosmetik apa yang cocok bagi saya yang telah berusia setengah abad ini. Empat lembar mata uang rupiah bergambar Soekarno Hatta saya keluarkan dari dompet saya untuk membeli semua yang telah dijelaskan kepada saya. Sejak hari itu saya menggunakan kosmetik asli Indonesia dengan merk Wardah, secara keseluruhan.

Masya Allah . . . ketika saya mengenakan kosmetik Wardah pertama kalinya, hampir satu sekolah saya mengatakan “Tampilan bunda hari ini lain daripada yang lain”, teman yang lainnya berkata, “Bunda cantik sekali hari ini”. Waduh!, saya mendadak bagaikan gadis usia tujuh belas tahun yang genit dan berbangga hati bahwa hari ini saya benar-benar sangat cantik. Ha ha ha…

Wajah saya berubah memang setelah saya mengenakan kosmetik Wardah, sentuhannya terasa lembut di pipi dan seluruh wajah saya, pancaran warnanya sesuai dengan usia saya. Sebagai seorang wanita karier, percaya diri saya bertambah ketika banyak orang berkata kepada saya, bahwa saya berubah, “Bund… hari ini semakin ayu saja, apa resepnya bunda kok ayu tenan?”. (Bunda hari ini semakin cantik saja, apa resep kecantikannya, sungguh bunda cantik sekali).

Bahkan ada yang mengambil foto di FB lalu kirim japri melalui WA dengan mengucapkan, “Selamat pagi bunda cantik, maaf saya suka sekali foto bunda yang ini, punya daya tarik tersendiri untuk saya. Selamat beraktivitas ya bunda sayang, Tuhan memberkati bunda dalam segala keadaan, amin”. Percaya atau tidak?, yang mengirimkan WA tersebut sahabat saya perempuan hebat, guru PPKn dari SMP Negeri 3 SoE, kabupaten TTS (Timor Tengah Selatan), namanya ibu Erlin Kaat, S.Pd.

Saya seperti tersanjung sekali, membaca WA dari beliau, yang seru lagi teman satu sekolah di SMP Negeri 2 Nekamese Desa Besmarak. Ibu Susan namanya seorang agen kosmetik online berkata kepada saya sambil berbisik, “Bund, saya pakai wardah juga, meskipun saya menjalankan bisnis online kosmetikku”. Lhoooo???!!!!!, saya kaget juga, kok bisa???... jualan kosmetik import online, terkenal lagi kok memakai produk Wardah asli Indonesia (dalam hatiku saja). 

Foto bersama Ibu Susan di ruang guru dan Serum Wardah yang membuat wajahku semakin bersinar

Setelah dijelaskan panjang lebar segala kelemahan kosmetik import online yang mahal-mahal tersebut, saya bisa paham sebab saya dulu juga sempat berkarier pada dunia tersebut hingga pada level “Senior Manager”, hingga saya bisa berangkat umroh bersama ibu saya di tahun 2012. Tidak bisa dipungkiri guru-guru perempuan di Indonesia banyak yang melakukan bisnis terselubung menjalankan bisnis Multi Level Marketing, termasuk saya dari bisnis kosmetik, hingga minuman juga obat-obatan herbal Indonesia.

Naluri emak-emak saya dalam berjuang mensejahterakan keluarga muncul dengan tampilan saya yang cantik berkat make up Wardah kosmetik asli Indonesia. Setiap orang yang bertanya kepada saya, biasanya emak-emak muda para guru juga sahabat saya dalam majelis ta’lim kota Kupang. “Bunda apa resepnya kok semakin cantik saja setiap hari?...”, saya jawab: “Saya menggunakan Wardah buu”. Langsung dijawab: “Emang Wardah memang Te Oo Be Ge Te (Top Banget) Bunda, aku juga pakai Bund”.

Tapi kok tampilannya kinclong ya bund?... aku nggak seperti bunda. Saya jelaskan bahwa saya mengunakan perawatan wajah dengan produk Wardah semuanya dari serum wajah, alas bedak, bedak nomor 4, hingga sabun khusus membersihkan wajah dalam 1 seri. Kalau gitu aku pesan bunda, tolong diantar ke rumah ya bund, sekalian dengan gojeknya ya bund…

Ahay… satu dayung dua, atau tiga pulau terlampaui, memakai Wardah, dan bisa jualan produknya juga, dan dapat pemasukan tambahan pula serta tampilanku semakin cantik mempesona, ha ha ha . . .

Setelah mengajar saya gojek offline

Sejak hari itu, saya melayani teman perempuan dalam organisasi juga di sekolah yang berjarak puluhan kilo dari kota untuk membelikan produk Wardah. Alhamdulillah, berkat Wardah ada tambahan penghasilan tanpa harus melakukan korupsi uang Negara.

            Menjadi hebat itu tidak harus menjadi pejabat, jadi kaya itu tidak harus korupsi. Apapun yang kita lakukan asalkan halal itu lebih bermakna bagi kehidupan kita juga keluarga kita. Mereka akan menghargai kerja keras dan kejujuran serta keuletan kita dalam bekerja. Guru mulia karena karya, saya persembahkan karya indah dalam buku ini kepada PT. Paragon Technology and Innovation dan SMP Negeri 2 Nekamese yang telah menjadikan saya pada titik sukses guru desa yang cantik luar biasa.

 


 Setelah dilepas jaket Gojeknya inilah tampilan saya guru desa dengan seragam ASN, pangkat dan golongan IV/b, tetap semangat kesekolah dengan jarak tempuh 24,5 km setiap hari PP dengan sepeda motor 49 km, gaji pokok dengan masa kerja 25 Tahun Rp. 4.463.000,- sesuai dengan Surat Kenaikan Pangkat Berkala dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang NTT, Nomor: 822.4/96/PK/2020, tertanggal 17 Januari 2020, ditetapkan di Oelamasi, Kabupaten Kupang NTT.





Komentar

  1. Alhamdulillah...semoga anugerah dari Allah senantiasa membuat kita semua bersyukur. Itulah makna mendalam dari empati.

    BalasHapus
  2. Masya Allah begitu semangat dan kreatifnya ibu cantik kadang memang kedisiplinan dan kesuksesan harus berawal dari dipaksa dan dpacu ..Tidak semua orang beruntung namun semua orang punya kesempatan ....terima kasih inspirasinya.....Wardah produk yang saya suka juga ..he..he..he...

    BalasHapus
  3. Allahu Akbar. Inspiratif Bu Lis. Sosok luar biasa. Mg SHT n bahagia slalu

    BalasHapus
  4. Masya ALLAH 💪💪 LUAR BIASA PANJENENGAN BU LILIS. Barokallahu fiik

    BalasHapus
  5. Alhamdulilah luar biasa

    BalasHapus
  6. MasyaAllah bu, sangat memberi motivasi yang hanya menulis untuk meluangkan waktu, terimakasih bu menjadi tamparan buat saya untuk terus berkarya

    BalasHapus
  7. Masha Allah Bun, inspiratif sekali, jadi semangat saya nya.

    BalasHapus
  8. Mbak Lilis....aku padamu mbak, emak super duper

    BalasHapus
  9. Masyaallah .... Semangat Ibu hebat, selamat atas semua prestasinya Bunda cantik. Semoga menularkan semangat pendidik yg multi talenta pada Bunda bunda hebat laiinnya.

    BalasHapus
  10. MasyaAllah, keren Bunda.. semoga selalu menginspirasi

    BalasHapus
  11. Wah... Bunda Lilis mah tiada tandingnya.
    Benar2 NTT ; NULIS TERUS TERUS_AN.
    Salut juga dengan kejagoan bunda dalam promosiiin buku2.
    Salut_lah pada

    BalasHapus
  12. Keren tiada duanya bunda👍👍👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  13. Mantap...Bu Lilis...membedakan bahasa asing mohon gunakan tulisan miring agar lebih elok untuk dibaca dan disimak...dan hendaknya perkecil kata ambigu hehehe maaf ya bu

    BalasHapus
  14. Luar biasa keren bunda. Sukses selalu ya bun

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

NGE-BLOG itu KEREN

HIKMAH DARI PLN PADAM