SUPRIHATIN SAHABAT SMA YANG SELALU MENGGUGAH KENANGAN INDAHKU

 MENULIS SEMUDAH CEPLOK TELUR 


Jauh dilubuk hatiku, masih terukir namamu, jauh didasar hatiku engkau masih kekasihku. Andai waktu bisa berulang kembali  . . . Lagu melankolis dari NAFF ini membuat aku tertahan untuk menutup laptopku. Bukan karena apa-apa, beberapa saat yang lalu aku selesai melaksankan tugas sebagai narasumber nasional Belajar Menulis Bersama PGRI Pusat yang di nahkodai oleh Om Jay. Blogger ternama juga salah satu guru besar saya dalam dunia menulis buku hingga mencapai puncak karier sebagai guru penulis dan menjadi Narasumber Menulis keliling Indonesia. Terima kasih Om Jay...

            Pandemi covid tak menghalangiku untuk tetap berkarya dan berkarya, terus melaju dengan inspirasiku, dengan mimpi-mimpiku membangun peradaban umat melalui dunia literasi kita. Bersama kita pasti bisa, melalui quote saya yang tersebar di seluruh pelosok dunia bahwa “Menulis itu Semudah Ceplok Telur”. Maka saya tuangkan apa yang ada di pikiranku setelah membuka group WA SMA Bintang Diponggo Surabaya. Seperti yang telah aku sampaikan kepada kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari 2 group WA yaitu group 19 dan 20. Alhamdulillah semua aktif, hingga kelas ditutup masih berdatangan WA pribadi dan telepon kepada saya. Sangat membahagiakan hati juga memberikan motivasi tersendiri untuk selalu berbagi.

            “Menulis Semudah Ceplok Telur”, kalimat yang saya sampaikan kepada semua peserta untuk memberikan motivasi kepada guru-guru se-Indonesia. Jangan berpikir apa yang akan dituliskan, tetapi tuliskanlah apa yang ada di pikiranmu saat itu. Maka terjadilah apa yang akan terjadi, yaitu tulisan dengan gaya dan seleramu saat itu. Begitu mudahnya menulis, maka ketika akan aku tutup laptopku ada lagu dari NAFF kiriman sahabat SMA saya ini. Membuat aku harus mengabadikannya dalam sebuah tulisan yang indah. Bahwa aku masih mencintai dunia menulis hingga akhir hayatku nanti. Jauh dilubuk hatiku, masih terukir namamu, jauh didasar hatiku engkau masih kekasihku. Andai waktu bisa berulang kembali, akan aku tuliskan semua moment dalam hidupku hingga menjadi kisah indah nan abadi sepanjang masa. Terima kasih Mbak Tien yang sudah mengirimkan lagu indah ini.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

SUAMI DAN KERIDHOANNYA (K.H. Maimun Zubair)

NGE-BLOG itu KEREN