PULAU KERA 2

 

HARI ULANG TAHUN KEMERDEKAAN KE-2 REPUBLIK INDONESIA DI PULAU KERA KABUPATEN KUPANG – NUSA TENGGARA TIMUR


Ruang belajar lama di tempat keranda mayat samping masjid beralaskan pasir putih.
Kegiatan bakti sosial bersama Universitas Muhamadiyah Kupang & Malang. 
Tanggal 02 Mei 2021 (Dokumen pribadi)


Mentari pagi tampak bersembunyi menyinari bumi Pulau Kera bersamaan adzan berkumandang di waktu subuh 04:34, tanggal tujuh belas bulan Agustus 2021. Hari bersejarah bagi warga Pulau Kera yang mayoritas berpenduduk sebagai nelayan asal suku Bajo yang menetap telah puluhan tahun di sana. Warga yang berprofesi sebagai nelayan jauh dari hingar bingar musik dan deru laju kendaraan ini sangat sederhana. Mereka tak pernah berpikir apa-apa, kecuali hari itu mereka bisa makan, dan keluarganya sehat.

Begitupun dengan anak-anak Pulau Kera, mereka hanya tahu bermain air laut dan membantu orang tua menjual ikan di pasar ikan Oeba kota Kupang-NTT. Pasar yang dapat dijangkau dengan perahu kecil hanya 30 menit saja. Dunia anak-anak Pulau Kera sangat sederhana beda dengan anak-anak kota yang sering bermain game ketika waktu senggang. Anak Pulau Kera ceria dalam hari-harinya mandi di pantai dengan bergembira ria. Melempar pasir putih dan tertawa terbahak-bahak apabila pasir kena di badan temannya. Begitulah dunia anak-anak di Pulau Kera.

Sebelum adzan berkumandang, anak-anak mengetuk pintu gurunya satu persatu. Dengan segala kepolosannya mereka bertanya kepada gurunya tentang upacara bendera. Meskipun telah dijelaskan berulang-ulang kali tetap mereka terus bertanya tentang upacara bendera dan hari kemerdekaan Negaranya. Ketika adzan subuh berkumandang, mereka beramai-ramai ke masjid untuk menunaikan sholat subuh berjamaah. Lalu mereka sibuk berdandan rapi untuk mengikuti upacara bendera.

Hari ini warga Pulau Kera bergembira, sebab hari kemerdekaan Republik Indonesia yang dirayakan seluruh masyarakat Indonesia sudah menapaki usia 76 tahun. Tidak berlaku di Pulau Kera, di pulau tersebut tepat tanggal tujuh belas Agustus 2021. Seluruh warganya baru merayakan ulang tahun kemerdekaan yang kedua kalinya.

Usai Upacara HUT ke-76 tahun Hari Kemerdekaan RI

Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dirayakannya pertama kalinya pada 17 Agustus 2020, setahun yang lalu oleh warganya bersama anak-anak kelas jauh dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kupang. Sedih, prihatin dengan keadaan yang ada juga terharu pada kenyataan yang terjadi ketika itu. Dimana seluruh rakyat Indonesia telah merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya, sementara di Pulau Kera masih jauh dari jangkauan.

Pulau Kera dalam nuansa merah putih nan cantik pada tanggal tujuh belas Agustus tahun ini. Melihat dari kejauhan nampak kamajuan yang luar biasa sejak puasa Minggu terakhir bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Saya sempat berkunjung kesana dalam kegiatan amal bagi korban Badai Angin Siklon Tropis Seroja yang terjadi pada tanggal 05 April 2021 hampir di seluruh wilayah NTT. Meleleh air mata haru, menyaksikan rekaman gambar anak generasi emas Indonesia dari suku Bajo yang tinggal dan menetap di pulau itu. Ikuti kisahnya di sini : http://www.guruinspirasintt.com/2021/05/pulau-kera-1.html

Indonesia digadang akan mencapai masa keemasan pada tahun 2045 tepat saat usia kemerdekaan mencapai 100 tahun. Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas agar dapat memimpin negara di era tersebut, pulau Kera telah berbenah dan mempercantik diri dengan segala cara.

Departement Agama kabupaten Kupang dan kota Kupang bekerjasama membangun gedung sekolah darurat anak-anak Pulau Kera. Dibawah naungan departemen agama gedung sekolah semi permanen hadir di Pulau Kera. Peresmian gedung tepat sehari sebelum Hari Ulang Tahun ke 76 Indonesia Merdeka. Hal ini membuat seluruh warga bersorak sorai menyambut gedung sekolah baru. Sebelumnya anak-anak sekolah di dalam masjid satu-satunya di pulau tersebut.

Ruang belajar sederhana kelas jauh MIN Kupang – NTT

Ruang kelas yang digunakan 

Peresmian 14 Agustus 2021 bertepatan HUT Pramuka
 

Kepala Sekolah Madrasah Ibtida’iyah Negeri Kupang Bapak Ahmad Rusdy, S.Pd.I menjelaskan bahwa penduduk pulau Kera yang berprofesi sebagai nelayan ini awalnya sulit mengakses pendidikan. Hal ini membuat anak-anak pulau Kera tidak ada yang sekolah, dengan adanya kelas jauh dari MIN Kupang anak usia sekolah saat ini berjumlah 93 peserta didik dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

Dengan proses belajar yang berawal dari dalam masjid kini anak-anak telah memiliki fasilitas belajar yang memadahi. Alasan itulah yang membuat kami membuka akses mereka belajar di pulau Kera dengan kelas jauh dari MIN Kupang di Sulamu. Pada tanggal 14 Agustus 2021 Bapak Plt Kakanwil Kementerian Agama Prov NTT, H. Hasan Manuk, M.Pd meresmikan bangunan sederhana berlantaikan semen untuk ruang belajar mereka. Peresmian dilakukan bertepatan dengan HUT Pramuka.


Para guru kelas jauh MIN Kupang di Pulau Kera Generasi muda bangsa Indonesia yang peduli Pendidikan, mereka rela tinggal di pulau yang tiada fasilitas apapun demi generasi emas Bangsa Indonesia

 

Kini mereka telah memiliki ruang belajar sederhana yang aman dan nyaman serta terhindar dari panas terik matahari, juga hujan bila musim hujan telah tiba. Namun demikian, untuk membangun Sumber Daya Manusia unggul di pulau Kera tidak hanya membutuhkan ruang belajar yang aman dan nyaman saja. Melainkan perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

Bicara strategi pembangunan Sumber Daya Manusia, menurut Kepala MIN Kupang Sulamu, pemerintah bertanggung jawab untuk mempersiapkan generasi emas Pulau Kera sejak dini. Dengan adanya Kelas jauh MIN Kupang dari Sulamu. Pulau Kera tetap bisa menjadi maju peradabannya di masa yang akan datang. Masih banyak yang dibutuhkan oleh kelas jauh MIN Kupang saat ini, salah satunya adalah laptop dan printer untuk administrasi guru dan peserta didik.

Dalam pidatonya, “Kalau kita bicara 2045, artinya 24 tahun dari sekarang bahkan kita harus perhatikan betul anak-anak di Pulau-Pulau terpencil seperti Pulau Kera ini untuk bisa belajar dan sejajar dengan anak-anak di kota besar. Mulai sekarang ini kami fokus pada pendidikan anak-anak Pulau terpencil,” tuturnya saat menghadiri upacara Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Repiblik Indonesia, di Pulau Kera yang terkenal begitu indah, Selasa (17/8).

“Saya mengusulkan pemerintah lebih memperhatikan lagi sekolah-sekolah di Pulau terpencil seperti Pulau Kera ini”. Sementara itu, lanjutnya, di era pandemi seperti sekarang angka kemiskinan juga semakin meningkat. Hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kemampuan bangsa untuk mencapai masa keemasan di 2045. Pasalnya suka tidak suka pandemi berdampak pada berbagai aspek sentral yakni kesehatan, pembangunan, dan ekonomi. Pulau Kera juga pasti terkena dampaknya pula.

“Tidak ada pilihan lain, setiap kita harus mengambil peran untuk turut serta membangun Indonesia Emas dalam segala sisi dengan segala cara. Serta saling meringankan beban saudara kita yang kurang beruntung seperti di pulau Kera ini”. Caranya dengan saling silahturahmi dan mewartakan keadaan saudara kita yang kurang beruntung dibandingkan dengan kita yang tinggal di kota atau kabupaten,” tandasnya.

 

Namosain, 18 Agustus 2021

Pukul : 01.05 WITA

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENULIS BUKU SEMUDAH MEMBUAT CEPLOK TELUR

NGE-BLOG itu KEREN

HIKMAH DARI PLN PADAM